Home Komunikasi 6 Cara Memilih Topik Pidato Yang Tepat

6 Cara Memilih Topik Pidato Yang Tepat

Jika memperkenalkan diri di depan kelas saja sudah cukup menegangkan, apalagi pidato yang dilakukan di hadapan lebih banyak orang. Semua mata akan tertuju melihat kita, menyimak setiap apa yang diucapkan, ketika ada sedikit saja kesalahan akan berakhir memalukan. Terlebih gaya bahasa untuk pidato secara umum adalah formal, beda dengan gaya komunikasi sehari-hari.

Salah satu yang menentukan kesuksesan pidato yaitu matang tidaknya persiapan topik. Tidak mungkin Kamu membahas tentang liburan di pantai ketika berpidato di depan siswa baru. Memang benar mereka akan memperhatikan, tapi itu bukan karena pidatomu bagus, melainkan karena hal itu sangat menarik untuk ditertawakan.

Jadi kita ulas secara khusus disini untuk Kamu, tentang apa saja cara untuk bisa mendapatkan topik pidato yang bisa tepat dan sekaligus menarik atensi para pendengar. Simak di bawah ini sampai habis ya!

Memahami Tujuan Pidato

Tujuan Pidato
Sumber foto : Pexels.com

Nah ini hal pertama yang perlu Kamu pahami sebelum menentukan topik pidato. Kamu pahami dulu dengan baik apa sebenarnya tujuan dari pidato itu. Apakah sekadar untuk menginformasikan sesuatu kepada para pendengar, ataukah sampai mempengaruhi sikap mereka, mendorong mereka melakukan sesuatu, membangkitkan semangat atau sampai memberi perintah.

Jelas ini jadi hal yang jangan sampai salah Kamu pahami, karena tujuan itu yang akan jadi pijakan Kamu ketika merangkai pesan pidato. Jadi pastikan dulu Kamu sudah memahami tujuan utamanya untuk apa, kemudian mulai buat konsep pesan apa saja yang dibutuhkan ketika pidato.

Mengenali Siapa Komunikan

Mengenali Siapa Komunikan
Sumber Foto: Romeltea.com

Sebelum memilih topik, memahami siapa komunikan kamu juga sangat penting. Kita tidak boleh lupa bahwa tujuan dari komunikasi, termasuk pidato adalah untuk menyampaikan pesan agar bisa dipahami oleh komunikan / pendengar. Karena itu, memahami dengan siapa kamu berbicara juga sangat penting. Ada beberap hal yang perlu kamu ketahui tentang komunikan pidatomu:

Tingkat Pendidikan / Pengetahuan

Perhatikan penggunaan bahasa, contoh topik pembahasan ketika kamu berbicara dengan audience anak-anak milenial, orang tua, anak SD, dan anak kuliahan tentu akan akan berbeda. Jangan sampai meilih topik yang bersifat milenial didepan audience bapak-bapak / kakek-kakek.

Karakter Demografi

Ini sangat mempengaruhi topik-topik pidato yang layak / tidak kamu pilih. Misalkan saja anda berbicara di tengah masyarakat desa, tentu akan berbeda topik pembahasanya dengan ketika kamu berbicara didepan masyarakat perkotaan.

Mengenali Konteks Momen

Mengenali Konteks Momen Pidato
Sumber foto : pexels.com

Kedua yang juga tak kalah penting adalah Kamu pahami tentang bagaimana konteks acara nantinya. Karena pidato untuk acara perusahaan dengan audiens para karyawan tentu saja akan beda dengan pidato untuk acara sekolah yang didengar para murid. Semakin paham informasi detil dari audiens, bisa semakin tajam analisa pesanmu nanti.

Selain aspek pendengar, pahami juga tentang konteks acaranya, lokasinya, potensi jumlah audiens, tamu-tamu penting jika ada dan selainnya. Konteks acara digunakan untuk Kamu menentukan ruang lingkup topik yang cocok untuk dipakai dan yang tidak. Tentu saja lebih baik menggunakan topik-topik yang masih relevan dengan tema acara.

Memahami minat dan pengetahuan Anda Sebagai Komunikator

Memahami minat dan pengetahuan Anda Sebagai Komunikator
Sumber Foto: edukasi.kompas.com

Pilihlah topik yang sesuai dengan minat / kesukaan kamu, dan pastikan topik tersebut benar-benar kamu kuasai, atau minimal kamu tahu. Ini akan sangat membantu perform kamu ketika berpidato. Bukan hanya secara penguasaan, pemilihan topik yang sesuai dengan minat kamu juga akan sangat membantu sisi afeksi dari pidato serta bahasa non verbal yang kamu tunjukan ketika berpidato.

Baca juga: Contoh Pidato Hari Pendidikan Nasional

Coba kita ingat, bagaimana luar biasanya pidato yang dilakukan oleh Bung Tomo hingga bisa menggerakan seluruh rakyat Surabaya dan pejuang-pejuang dari daerah lain ketika Surabaya menghadapi agresi militer Belanda? Luar biasanya pidato Bung Tomo tersebut tidak terlepas dari keminatan dan pengetahuan Bung Tomo tentang penderitaan rakyat Surabaya dan kekejaman tentar sekutu.

Memilih Topik

Memilih Topik Pidato
Sumber foto : pexels.com

Setelah Kamu mendapatkan topik-topik yang relevan untuk disampaikan ketika pidato, di tahap ini Kamu bisa mulai memilihnya. Pertama, pilih dari topik yang Kamu paling kuasai, karena dengan begitu akan lebih mudah dan lancar untukmu menyampaikannya. Kedua, pilih topik yang akan menarik audiens, bisa dianalisa secara umum dari usia, tingkat wawasan, minat secara umum dan seterusnya.

Poin ketiga yang juga tak kalah pentinga dalah masalah ruang lingkup pembahasannya. Lebih baik untuk Kamu fokus pada satu masalah tapi cukup mendalam pembahasannya daripada Kamu membahas banyak topik tapi justru membingungkan.

Memahami Topik Pantangan

Menghindari Topik Pantangan
Sumber foto : pexels.com

Maksudnya adalah Kamu juga memahami topik apa saja yang perlu dihindari. Karena jika Kamu sampai salah memasukkan topik, entah itu yang akhirnya membuat pendengar bosan ataupun yang membuat mereka tersinggung. Pahami dengan baik konteks sosial mereka, supaya Kamu bisa tahu topik-topik apa saja yang jadi pantangan.

Jadi itulah beberapa analisa yang bisa Kamu pakai ketika membuat konsep topik untuk pidato. Supaya mudah ketika merangkai, catat dulu daftar poin-poin penting yang akan dimasukkan ke dalam pidato. Oiya selain itu ada juga loh beberapa jenis publik speaking selain pidato yang harus kamu ketahui. Dan selamat mencoba, semoga pidatomu menarik perhatian banyak orang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

Komunikasi Pemasaran Terpadu, atau dapat juga disebut sebagai Integrated Marketing Campaign (IMC) adalah hal yang penting dalam bidang pemasaran. Secara definisi, IMC adalah sebuah...