Cara Membuat Proposal Penelitian

Sebagai sebuah syarat kelulusan, mahasiswa akan diharuskan untuk melakukan sebuah penelitian dan menuliskannya dalam bentuk skripsi, tesis, maupun disertasi. Namun, sebelum itu mahasiswa diharuskan untuk membuat proposal penelitian sebagai bentuk pengajuan untuk melakukan penelitian serta penjelasan mengenai rencana detail pelaksanaan penelitian nantinya.

Pembuatan proposal memang harus dilakukan dengan mendetail, jelas, dan fokus pada topik yang akan diteliti. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai cara membuatnya untuk membantumu dalam menyusun proposal penelitian yang baik. Mari simak!

Identifikasi Topik Penelitian

Identifikasi Topik Penelitian
Sumber: mohamed Hassan from Pixabay

Sebuah penelitian tidak akan bisa berjalan jika topik penelitian belum ditentukan. Oleh karena itu, sebagai langkah awal dalam pembuatan proposal, penting untuk melakukan identifikasi mengenai topik apa yang akan diangkat. Dalam hal ini, kamu dapat memulai dengan mengeksplorasi bidang studi yang membuatmu tertarik.

Lakukan studi literatur dengan membaca banyak referensi di bidang tersebut untuk mendapatkan permasalahan apa yang penting untuk diangkat. Berdiskusi dengan dosen pembimbing mengenai topik-topik yang menjadi interest-mu juga penting dilakukan dikarenakan dosen pembimbing bisa membantumu untuk mengerucutkan topik penelitian yang kamu pilih.

Kemukakan Rumusan Masalah

Jika topik permasalahan sudah didapatkan, maka kamu bisa memulai untuk membuat rumusan masalah. Dalam pembuatan rumusan masalah ini, cobalah untuk membaca ulang topik permasalahan yang dipilih kemudian pikirkan hal apa yang ingin kamu temukan dari topik tersebut dan ubahlah menjadi bentuk pertanyaan-pertanyaan. Dari sekian pertanyaan yang ada, kamu dapat memilih kembali pertanyaan dengan beberapa pertimbangan berikut.

  • Apakah pertanyaan tersebut termasuk pertanyaan yang menarik untuk diteliti?
  • Apakah pertanyaan tersebut dapat dijawab sesuai dengan kapasitas yang kamu miliki (waktu dan dana)?
  • Apakah terdapat referensi yang mendukung untuk menjawab pertanyaan tersebut?

Dengan mempertanyakan ulang rumusan masalah yang kamu buat, hal tersebut dapat memudahkanmu untuk menentukan rumusan masalah yang paling tepat dan dapat kamu jawab nantinya.

Tentukan Judul Penelitian

Setelah topik dan rumusan masalah sudah ditentukan, berikutnya kamu dapat memulai untuk menuliskan judul apa yang cocok untuk penelitianmu tersebut. Judul ini bisa bersifat sementara dan dapat diubah setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing maupun setelah proposal selesai diujikan. Judul yang bagus setidaknya harus memuat topik penelitian secara keseluruhan dan memberikan gambaran tentang apa yang akan kamu teliti kedepannya.

Petakan Metodologi Penelitian

Petakan Metodologi Penelitian
Sumber: mohamed Hassan from Pixabay

Sebelum memulai menulis, membuat outline tentang metode apa yang digunakan dalam penelitian juga sangat penting. Jadikan rumusan masalah yang sudah kamu susun sebelumnya sebagai patokan untuk pemilihan metode penelitian. Cari tahu lebih lanjut tentang jenis pendekatan atau metode apa saja yang sesuai entah itu kualitatif, kuantitatif, atau mixed method.

Kemudian, petakan pula mengenai populasi dan sampel yang akan terlibat dalam penelitianmu. Tidak lupa pula teknik pengambilan sampel, teknik pengolahan data, teknik analisis data juga harus ditentukan sejak awal. Dengan adanya langkah ini, setidaknya kamu akan lebih memahami mengenai penelitian yang akan kamu kerjakan dan lebih mempermudah dalam penulisan proposal nantinya.

Mulai Menulis Bagian-Bagian Proposal

Ketika topik, rumusan masalah, judul, dan metode sudah didapatkan dan dipetakan dengan baik, maka selanjutnya kamu bisa memulai untuk menulis proposal penelitian sesuai dengan urutan yang ada. Mulailah dengan menulis bagian pendahuluan yang mana berisi tentang pengenalan permasalahan yang diangkat, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

Kemudian, di bagian kedua adalah kajian literatur yang menjadi bagian penting lainnya. Bagian ini berisi tentang teori-teori yang mendukung penelitianmu. Kajian literatur yang baik akan terlihat jika peneliti mampu menjabarkan teori yang ada dengan bahasanya sendiri dan meyakinkan pembacanya jika teori tersebut benar-benar bisa menjadi pondasi untuk penelitian yang dilakukan.

Pada bagian ketiga atau metode penelitian, kamu perlu menjabarkan ulang peta konsep yang sudah kamu buat sebelumnya. Tentunya, penjabaran metode penelitian tidak akan susah apabila kamu sudah mempunyai peta konsep tersebut. Setelah itu, jangan lupa cantumkan seluruh daftar pustaka yang kamu tulis dan sesuaikan dengan aturan penulisan daftar pustaka yang benar.

Lakukan Proofreading dan Revisi

Lakukan Proofreading dan Revisi
Sumber: Pexels from Pixabay

Dalam penulisan karya tulis ilmiah, sebisa mungkin menghindari adanya kesalahan teknik maupun isi. Untuk itu, ketika draf proposal sudah selesai ditulis, jangan lupa untuk melakukan proofreading dan editing dengan membaca ulang proposal dari sudut pandang pembaca.

Apabila memungkinkan, kamu juga bisa meminta saran dari teman-teman atau dosen pembimbing mengenai proposal yang sudah kamu tulis. Dengan begitu, proposal yang kamu buat akan minim kesalahan dan peluang untuk disetujui pun semakin besar.

Sekian untuk seluruh penjelasan cara membuat proposal dari penentuan topik hingga proses editing. Selain cara-cara di atas, jangan lupa untuk selalu konsisten dengan disiplin dengan target yang ditentukan, supaya pengerjaan propsalmu bisa selesai tepat waktu. Selamat mengerjakan!


Sumber:

McCombes, S. (2020). How to write a research proposal. Diakses pada tanggal 24 April 2021, dari scribbr.com.

Monash University. Writing a Research Proposal. (2021). Diakses pada tanggal 24 April 2021, dari monash.edu.

Writing a Research Proposal. (2021). Diakses pada tanggal 24 April 2021, dari skillsyouneed.com.

Artikel Terbaru

Wasila

Wasila

Lulusan Sastra Inggris, UIN Sunan Ampel Surabaya yang saat ini berkecimpung di dunia penerjemahan. Disela-sela kesibukan menerjemah, juga menulis artikel dengan berbagai topik terutama berhubungan dengan kebudayaan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *