Cara Membuat Jurnal yang Benar

Di era pendidikan baru ini, jurnal menjadi syarat utama dalam berbagai bidang, misalnya untuk lulus pascasarjana, kenaikan pangkat, penilaian kinerja, dan lain-lain. Namun, masih banyak orang yang kebingungan dalam menulis jurnal yang baik. Terlebih setiap jurnal yang terbit memiliki aturan yang berbeda-beda tergantung pada ranking jurnal yang ingin dicapai.

Kali ini penulis ingin mencoba berbagi sedikit pengetahuan tentang cara membuat jurnal yang benar. Sebelum lebih jauh membahas tentang cara membuat jurnal, sepertinya lebih baik mengenal apa itu jurnal dan bagian-bagian jurnal terlebih dahulu.

Pengertian Jurnal

Cara membuat jurnal yang benar
Sumber: Ylanite Koppens from Pixabay

Jurnal adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara periodik pada interval waktu tertentu. Tujuan dibuatnya jurnal sendiri yaitu untuk mengembangkan penelitian yang telah dilakukan sehingga dapat dijadikan acuan oleh peneliti lain. Jurnal berisi cakupan materi yang luas namun sangat padat. Biasanya terdiri dari 6 hingga 10 halaman. Meskipun demikian, setiap paragraf yang terdapat pada jurnal mengandung ilmu pengetahuan yang padat.

Jurnal dapat dipublikasikan dalam bentuk artikel, seperti laporan penelitian, review literatur, atau artikel opini. Penulisan artikel jurnal dapat dilakukan secara individu atau kolektif. Jurnal sendiri pada umumnya harus ditulis secara ilmiah, yaitu disusun melalui proses penelitian yang menerapkan metode ilmiah.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari jurnal, yaitu sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan, sebagai dasar ilmiah untuk menentukan kebijakan publik, jumlah terbitan jurnal ilmiah dapat dijadikan tolak ukur kemajuan suatu institusi, dan sebagai sarana pengembangan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan di sekolah.

Baca juga: Cara Membuat Paper

Bagian-bagian Jurnal

Bagian-bagian jurnal
Sumber: Markus Winkler from Pixabay

Secara umum, bagian-bagian jurnal adalah sebagai berikut.

Judul

Pemberian judul pada jurnal harus jelas dan memudahkan pembaca untuk mengetahui inti jurnal tanpa harus membaca jurnal secara keseluruhan. Dalam menyusun kalimat judul jurnal tidak boleh memiliki makna ganda supaya tidak terjadi miskonsepsi. Judul jurnal disarankan tidak boleh lebih dari 12 kata pada jurnal berbahasa Indonesia dan tidak boleh lebih dari 10 kata pada jurnal berbahasa inggris.

Nama

Nama penulis jurnal disertai nama lembaga perlu dicantumkan, serta dianjurkan untuk menyertakan alamat email supaya peneliti lain yang tertarik dengan jurnal tersebut dapat menghubungi penulis dengan mudah.

Abstrak

Abstrak berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap keseluruhan isi jurnal. Abstrak harus diringkas secara ringkas, padat, jelas, dan objektif. Kutipan dan catatan kaki tidak diperkenankan berada di dalam abstrak. Total kata pada abstrak minimal kurang lebih 250 kata yang meliputi tujuan jurnal, metode, hasil, serta kesimpulan singkat isi jurnal tersebut.

Pendahuluan

Isi dari pendahuluan, yaitu latar belakang masalah yang dibahas, ulasan tentang teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, dan tujuan dilakukan penelitian tersebut.

Metode Penelitian

Pada bagian ini peneliti menjelaskan rancangan percobaan yang dilakukan, peralatan yang digunakan, serta metode pengumpulan data yang digunakan. Metode penelitian sebaiknya dijelaskan secara rinci dan jelas supaya pembaca mendapatkan pengetahuan dari penelitian tersebut.

Pembahasan

Pada bagian ini dijelaskan mengenai hasil penelitian dan perbandingannya dengan literatur lain. Data hasil percobaan disajikan pada bagian ini secara ringkas dan jelas. Data hasil percobaan dapat disajikan dalam bentuk tabel, gambar, atau diagram yang mudah dipahami oleh pembaca. Data yang disajikan harus objektif dan tidak boleh menimbulkan keambiguan.

Kesimpulan

Kesimpulan merupakan kesimpulan dari uraian percobaan yang telah dijelaskan. Pada bagian ini berisi informasi penting dari hasil penelitian dengan tetap merujuk pada data-data yang telah disampaikan.

Daftar Pustaka

Seluruh literatur yang digunakan dalam penulisan jurnal harus dituliskan pada bagian daftar pustaka. Setiap karya ilmiah harus mengandung daftar pustaka yang format penulisannya mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Cara Membuat Rumusan Masalah

Cara Membuat Jurnal

Cara membuat jurnal
Sumber: StartupStockPhotos from Pixabay

Sebelum menulis draft jurnal, perlu dipilih nama jurnal yang sesuai dengan topik naskah dengan memeriksa isu terbaru dalam jurnal tersebut. Selanjutnya, penulis penting membaca dan mengikuti pedoman dalam bentuk author guideline. Jurnal yang membahas tentang artikel konseptual berisi materi pokok dan pembahasannya. Sedangkan jurnal yang membahas tentang hasil penelitian, bagian isi meliputi metode penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan.

Dalam menulis jurnal, saat menulis draft pertama, sebaiknya poin dan gagasan utama tuliskan di atas kertas dengan mencoba menulis cepat supaya tulisan tetap mengalir. Selanjutnya dilakukan revisi setelah tulisan selesai ditulis. Hal tersebut lebih efektif dibandingkan dengan merevisi tiap kalimat atau paragraf.

Adapun dalam membuat jurnal yang benar, semua bagian-bagian jurnal harus termuat dalam tulisan. Berikut ini adalah beberapa cara menulis bagian-bagian jurnal.

Membuat Judul

Judul sebaiknya mencerminkan masalah yang dibahas dalam jurnal. Penggunaan kata pada judul harus tepat, jelas, mengandung unsur-unsur utama yang dibahas dan memiliki daya tarik bagi pembaca. Judul jurnal juga harus menggambarkan keterkaitan variabel yang digunakan dalam penelitian. Namun tidak sepanjang judul penelitian sebenarnya.

Membuat Abstrak

Abstrak adalah ringkasan dari isi jurnal yang dituangkan secara padat. Abstrak bukan berisi komentar atau pengantar dari penulis. Isi abstrak memuat masalah atau tujuan penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian. Biasanya abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan format yang lebih sempit dari teks utama.

Sebaiknya dalam penulisan abstrak disertai dengan 3-5 kata kunci yang mewakili ide-ide atau konsep dasar yang di bahas dalam jurnal. Kata kunci yang lazim digunakan berupa kata dasar atau kata tunggal, bukan frasa atau rangkaian kata. Akan tetapi, pada kasus tertentu, kata majemuk atau kata kunci yang dibentuk oleh dua kata digunakan untuk memperoleh makna yang lebih dalam.

Membuat Bagian Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan perlu diuraikan hal-hal yang mampu menarik perhatian pembaca dan memberi acuan persoalan yang akan dibahas. Bagian akhir pendahuluan harus diakhiri dengan rumusan singkat satu sampai dua kalimat tentang hal-hal pokok yang akan di bahas serta tujuan pembahasan. Pada jurnal hasil penelitian, bagian pendahuluan berisi rumusan masalah, tujuan, dan deskripsi singkat mengenai kerangka pemikiran.

Baca juga: Contoh Review Jurnal Yang Baik dan Benar

Membuat Isi Jurnal

Pada jurnal yang membahas kajian konseptual, bagian isi umumnya memuat analisis, argumentasi dan pendirian penulis tentang masalah yang dibahas. Bahasan dapat diuraikan ke dalam beberapa sub bagian untuk memudahkan pemahaman pembaca.

Pada jurnal yang membahas hasil penelitian, bagian isi memuat metode penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan. Metode penelitian memuat rancangan penelitian, populasi dan sampel, uraian singkat operasional variabel, dan teknik analisis data. Hasil penelitian berisi tentang data hasil penelitian dan hasil akhir dari proses kerja teknik analisis data. Pada bagian pembahasan memuat teori-teori yang sudah ada dan dijadikan sebagai dasar penelitian.

Membuat Kesimpulan dan Saran/Tindak Lanjut

Kesimpulan berisi ringkasan uraian yang merupakan jawaban dari tujuan penelitian yang disajikan secara singkat. Meskipun begitu, informasi yang disampaikan pada kesimpulan harus cukup sehingga pembaca bisa mengetahui bahwa penelitian tersebut telah membuktikan hipotesis penelitian. Selain itu, pembaca juga bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan metode yang digunakan dalam jurnal tersebut. Biasanya kesimpulan diikuti dengan saran-saran atau rencana tidak lanjut serta potensi yang dimiliki oleh metode yang digunakan.

Daftar Pustaka

Daftar pustaka pada jurnal ditulis langsung setelah teks berakhir, tidak perlu berganti halaman. Penulisan daftar pustaka diberikan judul “DAFTAR PUSTAKA” dengan dicetak tebal dan huruf kapital semua. Unsur yang terdapat dalam daftar pustaka secara berturut-turut, meliputi nama pengarang, tahun penerbitan, judul, tempat penerbitan, dan nama penerbit. Akan tetapi, unsur-unsur tersebut dapat berbeda tergantung jenis sumber pustaka dan format penulisan daftar pustaka yang dipilih.

Baca juga: Contoh Artikel Ilmiah

Nah, itulah cara membuat jurnal yang benar yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menyusun jurnal. Sebenarnya untuk menulis jurnal yang baik dan benar yang perlu dilakukan penulis adalah sering membaca jurnal. Hal tersebut membuat penulis terbiasa dengan jurnal sehingga dapat menulis dengan lancar. Semoga bermanfaat!


Sumber:

Suprayitno, A. (2019). Pedoman penyusunan dan penulisan jurnal ilmiah bagi guru. Deepublish.

ULAMA, S. T. E. I. N. STRATEGI PENULISAN ARTIKEL JURNAL ILMIAH. KOMPILASI, 249.

Artikel Terbaru

Devi

Devi

Bisa menulis artikel ilmiah itu menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi untuk bisa berprestasi dan mengembangkan diri.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *