Cara Membuat Footnote yang Baik dan Benar

Saat kamu membaca suatu tulisan baik itu buku maupun artikel, pernahkah kamu memperhatikan ada angka kecil yang diletakkan di akhir kalimat? Biasanya angka-angka tersebut ditulis sebagai superscript dan berkaitan dengan angka yang diletakkan di bagian bawah halaman disertai dengan informasi lebih lanjut yang dibutuhkan sebagai pelengkap.

Mungkin kamu sering mendengar istilah footnote, namun apakah kamu tahu sebenarnya apa itu footnote? Bagaimana cara penulisan footnote yang benar? Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut segala hal mengenai footnote. Mulai dari pengertian, cara penulisan footnote yang benar, cara membuat footnote di word, hingga contoh footnote dari berbagai sumber.

Pengertian Footnote

Cara Membuat Footnote
Sumber: images-platform.99static.com

Footnote adalah catatan yang ditempatkan di bawah suatu halaman. Isinya biasanya suatu sitasi atau kutipan maupun komentar atau catatan tambahan terhadap bagian tertentu dalam teks di halaman tersebut.

Fitur yang satu ini sangat berguna karena dapat memudahkan penulis menyediakan informasi tambahan yang diperlukan tanpa mengganggu flow of ideas. Dengan adanya footnote, penjelasan tambahan maupun sitasi yang panjang tidak perlu lagi dicantumkan di akhir kalimat. Paragraf pun tak akan tampak terlalu panjang yang dapat berakibat pembaca malas untuk membaca.

Baca juga: Cara Mengutip dari Jurnal

Ketentuan Penulisan Footnote

Secara umum terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan footnote yang benar, yaitu:

  1. Menyertakan halaman dari referensi yang dikutip sehingga pembaca lebih mudah untuk menemukan sumbernya.
  2. Sesuai dengan angka dalam format superscript yang terletak di akhir kalimat pada badan teks yang mengutip suatu referensi.
  3. Dimulai dengan 1 dan secara berkelanjutan pada keseluruhan teks. Usahakan jangan mengulang angka mulai dari 1 di tiap halaman.

Terkadang, informasi umum yang perlu dicantumkan pada sitasi dalam footnote tidak semuanya bisa ditemukan. Masalah ini sering ditemukan jika sumbernya berupa materi online atau sumber-sumber lama. Apabila menemukan salah satu atau beberapa informasi tidak tersedia, cukup cantumkan informasi yang kamu punya dan lakukan hal berikut:

  1. Jika tidak ada nama pengarang: gunakan judul di posisi yang seharusnya tertulis nama pengarang.
  2. Jika tidak ada tanggal publikasi: “n.d.” (no date) dapat ditulis sebagai pengganti.
  3. Kamu bisa menggunakan “n.p.” untuk mengindikasikan no publisher, no place of publication, atau no page.

Ketentuan dalam penulisan footnote juga terkait dengan jenis tanda baca, ada tidaknya daftar pustaka, maupun jenis referensi yang dipakai. Berikut akan dijelaskan secara singkat.

Footnote dan Tanda Baca

Ketentuan Penulisan Footnote
Sumber: thumbs.dreamstime.com

Dalam penulisan footnote, direkomendasikan angka dalam format superscript yang terdapat pada teks diletakkan setelah tanda baca yang ada. Namun ada suatu pengecualian jika tanda baca yang ada merupakan tanda pisah, maka footnote diletakkan sebelum tanda pisah (—).

Berikut contoh ketentuan penulisan footnote yang benar:

  1. Saat footnote harus diletakkan di akhir suatu klausa,1  tambahkan angka setelah tanda koma.
  2. Ketika footnote harus diletakkan di akhir kalimat, tambahkan angka setelah tanda titik.2
  3. Untuk tanda baca yang lain, angka seharusnya selalu diletakkan setelah tanda baca, dengan pengecualian pada satu-satunya tanda baca3—tanda pisah.

Footnote dan Daftar Pustaka

Penulisan footnote yang benar juga memperhatikan ada tidaknya daftar pustaka. Hal ini akan menentukan jenis sitasi atau kutipan yang dituliskan dalam footnote, apakah sitasi lengkap atau sitasi pendek.

Jika pada akhir teks dicantumkan daftar pustaka, sitasi yang dicantumkan dalam footnote tidak perlu lengkap, cukup bentuk singkatnya saja. Apabila pembaca tertarik dengan sumber yang tercantum di footnote dan berniat untuk mencari tahu lebih lanjut, maka pembaca dapat menemukan referensi lengkapnya pada daftar pustaka.

Namun apabila penulis tidak berniat menyertakan daftar pustaka, maka sitasi lengkap harus disertakan pada footnote. Jika sumber referensi muncul kembali untuk kedua, ketiga, dan kesekian kalinya setelah kemunculan pertamanya, maka cukup menggunakan bentuk sitasi singkatnya saja.

Footnote dan Jenis Referensi

Terdapat ketentuan lain yang harus diperhatikan dalam cara penulisan footnote yang benar, baik cara menulis footnote dari jurnal, footnote dari internet, footnote dari buku, dan lain sebagainya.

Judul buku, jurnal, atau majalah harus diberi garis bawah atau dimiringkan. Apabila sumbernya hanya beberapa bagian dari buku (bab tertentu) maupun berupa suatu artikel, maka judulnya harus diapit tanda petik.

Baca juga: Cara Menggunakan Mendeley

Cara Menulis Footnote

Selanjutnya akan dibahas cara menulis footnote dari beberapa jenis referensi.

Cara Menulis Footnote dari Buku

Cara Menulis Footnote dari Buku
Sumber: Marisa Sias from Pixabay

Menulis footnote dari buku sangat memperhatikan jumlah pengarang. Pada bentuk lengkap, perlu ditulis nama pengarang, judul, tempat publikasi, penerbit, tahun, dan halaman. Jika terdapat 2 atau 3 pengarang, maka nama lengkap masing-masing ditulis sesuai urutannya pada sumber yang dipakai. Saat jumlah pengarang ada 4 atau lebih, cukup tulis pengarang pertama kemudian diikuti dengan “et al.” Namun pada daftar pustaka, semua nama pengarang harus dicantumkan.

Jika akan digunakan bentuk singkatnya, maka untuk 1, 2, serta 3 pengarang cukup nama belakang yang ditulis, judul singkat, dan halaman. Namun jika lebih dari 3 pengarang maka hanya nama belakang penulis pertamanya diikuti “et al.”

Khusus untuk buku yang tersedia secara online, cantumkan URL atau nama database, sedangkan untuk e-book jenis lain perlu dituliskan formatnya. Jika tidak terdapat halaman, dapat diganti dengan judul atau bab, dan jika memang tidak ada informasinya dapat dihilangkan saja.

Cara Menulis Footnote dari Jurnal

Perlu kamu ketahui bahwa cara menulis footnote dari jurnal adalah dengan mensitasi halaman spesifik yang dipakai. Namun dalam daftar pustaka, keseluruhan halaman di artikel ditulis dalam bentuk rentang.

Untuk artikel yang tersedia online, cantumkan URL atau nama databasenya. Yang khas dalam cara menulis footnote dari jurnal adalah informasi mengenai DOI (Digital Object Identifier). DOI berbentuk suatu URL permanen yang diawali dengan https://doi.org/ yang lebih direkomendasikan daripada URL yang muncul di browser’s address bar.

Cara Menulis Footnote dari Majalah dan Koran

Cara Menulis Footnote dari Majalah dan Koran
Sumber: Michael Zimmermann from Pixabay

Artikel dari koran, majalah, blog, dan lain sebagainya kurang lebih cara sitasinya mirip. Jika ada halaman dapat dicantumkan pada footnote tapi tidak perlu ditulis pada daftar pustaka. Apabila diakses online, maka sertakan URL atau nama database.

Cara Menulis Footnote dari Internet

Beberapa hal yang biasanya ada pada footnote dari internet pun tidak jauh berbeda dari sumber-sumber yang lain yaitu ada judul, nama website, URL, dan tanggal akses.

Cara Membuta Footnote di Word

Kamu pasti sudah sangat mengerti, bahwa dalam menghasilkan suatu tulisan, aplikasi yang paling sering digunakan adalah Word. Berikut akan dijelaskan cara membuat footnote di word:

1. Arahkan kursor pada tempat akan dicantumkan footnote. tidak perlu mengetik angka secara manual, karena pada akhirnya angka akan muncul.

2. Pada tab References tab, arahkan kursor ke kelompok Footnotes, kemudian klik Insert Footnote.

Cara Membuat Footnote
Sumber: scribendi.com

3. Setelah itu, akan muncul dua angka: satu angka di badan teks dan angka yang sama pada bagian bawah halaman.

4. Tuliskan sitasi atau informasi tambahan di samping angka yang muncul di bagian footer. Sesuaikan format dengan ketentuan yang ada.

5. Untuk kembali ke teks yang terakhir ditinggalkan, dapat menggunakan shortcut yaitu Shift+5.

6. Footnote yang ditambahkan tidak harus urut karena secara otomatis penomoran akan diperbarui sehingga kemunculannya dalam teks tetap sesuai urutan.

7. Jika ingin menghapus footnote, cukup blok angka pada badan teks dan klik Delete. Footnote yang tersisa akan menyesuaikan penomoran dengan sendirinya.

Selain dengan cara di atas, ada shortcut yang dapat digunakan sebagai salah satu cara membuat footnote di word, yaitu Alt+Ctrl+F yang menggantikan fungsi Insert Footnote.

Baca juga: Cara Membuat Jurnal

Contoh Footnote

Setelah mengetahui cara penulisan footnote yang benar dan dapat membedakan bagaimana cara menulis footnote dari jurnal, footnote dari internet, footnote dari buku, dan lain sebagainya, maka akan diberikan contoh footnote dari berbagai jenis sumber referensi.

Buku Dengan Satu Pengarang

Contoh Footnote dari Internet

Bentuk lengkap:

  1. “About Yale: Yale Facts,” Yale University, diakses Mei 1, 2020, https://www.yale.edu/about-yale/yale-facts.
  2. Katie Bouman, “How to Take a Picture of a Black Hole,” difilmkan pada November 2018 di TEDxBeaconStreet, Brookline, MA, video, 12:51, https://www.ted.com/talks/katie_bouman_what_does_a_black_hole_look_like.

Bentuk singkat:

  1. “Yale Facts.”
  2. Bouman, “Black Hole.”

Contoh Footnote dari Wawancara

Artikel Terbaru

Ratna

Ratna

Mahasiswi Program Studi Profesi Dokter yang menjalani rotasi klinis sambil melakukan hobinya, yaitu menulis.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *