Business Intelligence: Manfaat, Tujuan, Jenis dan Contoh

Bisnis semakin berkembang, tidak hanya selalu berpaku pada perolehan keuntungan dan pengurangan kerugian. Bisnis pun telah mengikuti perkembangan teknologi yang ada, hingga dikenal dengan adanya Business Intelligence (BI).

Business intelligence bukanlah suatu produk, namun suatu arsitektur dan koleksi operasional yang terintegrasi pada aplikasi pengambilan keputusan serta database yang mudah untuk diakses oleh pelaku bisnis. Jika suatu perusahaan ingin dapat bekerja lebih efektif dan efisien, sudah tentu harus dapat mengikuti perkembangan teknologi ini.

Pengertian Business Intelligence

Pengertian Business Intelligence
Sumber: commbox.io

Pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat mempengaruhi perusahaan dalam bersaing dan berkompetisi. Pengambilan keputusan yang baik bukanlah berdasarkan pada firasat atau perkiraan. Melainkan memerlukan informasi pendukung terkait kondisi internal organisasi maupun eksternal lingkungan bisnis. Dan karena kondisi lingkungan bisnis begitu dinamis, sehingga perlu didukung oleh sistem yang dapat dengan cepat dan akurat menyampaikan perubahan.

Baca juga: Kinerja Keuangan: Pengertian, Pengukuran, Penilaian dan Rasio

Oleh karenanya, diperlukan adanya evolusi dari sistem pengambilan keputusan, yaitu business intelligence. Business intelligence adalah proses, sistem, arsitektur, serta teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang memiliki makna. Informasi ini dapat mendorong tindakan pengambilan keputusan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan. Dimana, business intelligence adalah sistem yang memiliki dampak langsung pada keputusan strategis, taknis, serta operasional bisnis.

Lebih lanjut, business intelligence adalah perkembangan dari aplikasi Knowledge Management (KM), yang dikembangkan dengan penambahan proses data analytics, yaitu dengan memanfaatkan data yang ada untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat. Dimana, pengaplikasian ini memberikan informasi personal, dengan melakukan proses pengumpulan, pengaturan, serta penyebaran informasi.

Tujuan utama dari business intelligence adalah sebagai sarana untuk menyediakan akses interaktif terhadap data, yang memungkinkan manipulasi data, serta memberi kemampuan pada manajer dalam melakukan analisis bisnis. Sehingga, keputusan yang dihasilkan akan lebih baik dan objektif, guna memberikan sumbangsih yang terbaik bagi perusahaan.

Secara umum, business intelligence adalah sistem yang membantu para manajer dalam melakukan analisis bisnis. Yang membantu manajer dalam pengambilan keputusan hingga akhirnya menjadi suatu tindakan.

Manfaat Business Intelligence

Manfaat Business Intelligence
Sumber: mindforest.com

Jika melihat dari pengertiannya, tentu manfaat business intelligence sangatlah banyak. Salah satu manfaat business intelligence adalah menjelaskan suatu konsep serta metode untuk meningkatkan kualitas dalam pengambilan keputusan bisnis yang didasarkan pada sistem berbasis data. Karena menyediakan kumpulan data mentah, dimana data tersebut dapat diubah menjadi informasi pengambilan keputusan.

Dan di bawah ini merupakan manfaatnya, yaitu:

  1. Dapat mengintegrasikan data dan informasi, sehingga meningkatkan nilai dari suatu data dan informasi yang diinginkan oleh perusahaan.
  2. Kemudahan akses dan mudah untuk dipahami, sehingga memudahkan dalam pengambilan kesimpulan kondisi bisnis.
  3. Membantu para manajer untuk mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana.
  4. Membantu pengambilan keputusan saat krisis.
  5. Memudahkan pengukuran kinerja perusahaan dengan pengukuran KPI (Key Performance Indicator).
  6. Menunjukkan pencapaian KPI dengan cepat, tepat, dan mudah.
  7. Dapat mempersiapkan langkah selanjutnya untuk mengantisipasi jika terdapat indikator yang menunjukkan adanya masalah.
  8. Meningkatkan nilai investasi teknologi informasi yang ada dan digunakan perusahaan.
  9. Efisiensi pada biaya.
  10. Menghemat waktu bekerja.
  11. Lebih akurat dalam pengalokasian sumber daya perusahaan.

Tujuan Business Intelligence

Secara singkat, tujuannya adalah untuk memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar. Lalu untuk dapat mengidentifikasi kesempatan  baru, dan tentunya mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan wawasan. Sehingga dapat menyediakan keuntungan pasar yang kompetitif serta stabilitas bisnis jangka panjang.

Jika dijabarkan, tujuan adalah sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data, dimana hal ini menggunakan database, statistik, serta pembelajaran mesin untuk menampilkan trend dalam kumpulan data yang besar.
  2. Pelaporan, hal ini bertujuan untuk berbagi analisis data kepada pemangku kepentingan, supaya dapat disimpulkan sebagai alat untuk pengambilan keputusan.
  3. Metrik dan tolok ukur kinerja, yang bertujuan untuk membandingkan data kinerja saat ini dengan data historis yang digunakan sebagai alat pelacak kinerja supaya tepat sasarn.
  4. Analisis deskriptif, yaitu bertujuan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan menggunakan analisis data awal.
  5. Querying, yaitu untuk menanyakan pertanyaan terkait spesifik data.
  6. Analisis statistik, yang bertujuan untuk mengambil hasil dari analitik deskriptif serta mengekplorasi data lebih lanjut dengan statistik.
  7. Visualisasi data, yaitu dengan mengubah analisis data menjadi representasi visual yang ditampilkan dengan grafik, bagan, serta histogram supaya lebih mudah dipahami.
  8. Analisis visual, yaitu bertujuan untuk menjelajahi data dengan pencitraan visual untuk mengkomunikasikan wawasan secara cepat dan tetap sesuai dengan alur analisis.
  9. Persiapan data, yang bertujuan untuk menyusun berbagai sumber data yang ada, kemudian mengidentifikasi dimensi serta pengukuran dan mempersiapkannya sebagai bahan untuk analisis data.

Jenis-Jenis Business Intelligence

1. Enterprise Reporting

Yaitu business intelligence yang digunakan untuk menghasilkan laporan yang berkaitan dengan statis, dan kemudian didistribusikan kepada banyak orang.

2. Cube Analysis

Yaitu jenis yang digunakan untuk menyediakan analisis OLTP multidimensional.

3. Ad Hoc Query and Analycis

Yaitu jenis yang biasa digunakan sebagai sumber dalam memberikan akses kepada user supaya dapat melakukan query pada database, serta menggali informasi.

4. Statistic Analysis dan Data Mining

Yaitu jenis yang digunakan untuk analisa prediksi.

5. Delivery Report and Alert

Yang merupakan jenis yang digunakan secara proaktif untuk mengirim laporan secara lengkap.

Baca juga: Cara Menghitung BEP

Alasan Pentingnya Business Intelligence

Business intelligence dewasa ini begitu penting digunakan oleh perusahaan. Karena, penerapan ini dapat membantu perusahaan untuk membuat keputusan manajemen yang lebih baik. Dimana, keputusan ini didasarkan pada data yang ada saat ini,a tau pada periode waktu tertentu.

Business intelligence digunakan untuk memberikan kinerja serta tolok ukur pesaing untuk membuat perusahaan berjalan lancar dan efisien. Analisis didasarkan pada data trend pasar untuk meningkatkan penjualan serta pendapatan perusahaan. Sehingga, tidak hanya didasarkan pada asumsi dan firasat perorangan saja.

Jika tidak didasarkan pada data, tentu hasil dari keputusan akan bersifat subjektif dan tidak akurat. Inilah pentingnya pemanfaatannya dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan.

Berikut adalah poin-poin penting alasan mengapa sangat penting diterapkan:

  1. Identifikasi cara untuk dapat meningkatkan profit.
  2. Sebagai alat analisis perilaku konsumen.
  3. Untuk membandingkan data dengan kompetitor.
  4. Supaya dapat melacak kinerja karyawan dengan KPI.
  5. Optimasi proses operasional perusahaan.
  6. Untuk dapat memprediksi kesuksesan perusahaan.
  7. Sebagai alat untuk dapat melihat trend pasar.
  8. Untuk menemukan masalah yang dialami oleh perusahaan.

Kesuksesan bisnis dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari trend pasar, kompetitor, perilaku konsumen, isu yang terjadi dalam masyarakat, serta masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Sehingga, jika perusahaan dapat mengolah data menjadi sebuah informasi yang berguna, tentu perusahaan akan lebih dapat mencari peluang untuk mempertahankan kesuksesannya.

Contoh Business Intelligence

OTLP (Online Transaction Processing)

Salah satu contoh business intelligence adalah penerapan pada OTLP. Sistem OTLP memiliki berbagai database, misalnya database produk, pelanggan, iklan, dan lainnya. Misalnya dalam database pelanggan, dimana para pebisnis dapat memperkirakan batasan kredit yang diperbolehkan untuk pelanggan tertentu di angka tertentu. Yang disesuaikan dengan jumlah pendapatan pelanggan.

Contoh Business Intelligence pada Industri Perhotelan

Contoh business intelligence pada industri perhotelan ditunjukkan pada penggunaan analitik untuk mengumpulkan informasi statistik yang berkenaan dengan rata-rata hunian serta tarif kamar. Hal ini dapat membantu hotel untuk mendapatkan pendapatan agregat tiap kamar.

Selain itu, pada industri perhotelan juga dapat membantu dalam mengumpulkan statistik mengenai pangsa pasar serta data dari survei pelanggan setiap hotel. Sehingga, dapat digunakan untuk memutuskan langkah dalam pengambilan posisi kompetitif di pasar.

Tak ketinggalan, contoh business intelligence dalam industri perhotelan juga dapat membantu pihak hotel untuk menganalisis trend. Sehingga dapat menentukan diskon supaya menarik minat banyak tamu.

Contoh Business Intelligence dalam industri Perbankan

Dalam industri perbankan, memberikan efektivitas dan berbagai kemudahan. Dimana, manager cabang tidak perlu meminta laporan mengenai perilaku konsumen ke divisi lain. Hal ini dikarenakan dashboard yang menampilkan perilaku konsumen dapat diakses oleh semua orang dalam industri tersebut.

Sehingga, manager dapat memperoleh data dengan cepat mengenai konsumen mana yang memberikan banyak keuntungan. Bahkan, dapat mengetahui juga konsumen mana yang harus ditolak ketika mengajukan pinjaman kepada pihak bank.

Baca juga: Contoh Etika Bisnis

Penarapan business intellegence sangat diperlukan bagi perusahaan. Dengan penggunaan business intelligence, perusahaan akan mendapatkan berbagai data yang dapat dianalisis untuk menghasilkan suatu keputusan. Keputusan yang objektif dan akurat, tidak hanya didasarkan pada firasat atau asumsi belaka.

Penerapannya juga membuat pekerjaan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Penghematan waktu dan keakuratan dalam pengambilan keputusan dapat membawa perusahaan untuk meraih kesuksesan.


Sumber artikel:

repository.dinamika.ac.id

researchgate.net

Artikel Terbaru

Ratih

Ratih

Penggemar teh yang suka nulis dan jalan - jalan.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *