Asimilasi: Pengertian, Faktor Pendorong, Faktor Penghambat dan Contoh

Kalian mungkin tidak asing dengan istilah asimilasi, yah asimilasi seringkali diartikan sebagai perpaduan budaya yang berbeda sehingga menimbulkan kebudayaan baru. Pasti kalian penasaran kan bagaimana pengertian lengkapnya mengenai asimilasi ini? Untuk lebih jelasnya, yuk simak sampai habis pembahasan di bawah ini!

Pengertian Asimilasi Menurut Para Ahli

asimilasi
rdk.fidkom.uinjkt.ac.id

Secara umum, asimilasi adalah proses sosial yang ditandai dengan meleburnya dua kebudayaan berbeda antar kelompok atau individu, sehingga menimbulkan kebudayaan baru dan hilangnya ciri khas kebudayaan aslinya.

Baca juga: Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat

Lantas, bagaimana pengertian definisi menurut para ahli?

Koentjoningrat

Asimilasi adalah salah satu proses sosial dengan tujuan untuk mengurangi perbedaan yang ada dan berusaha mencapai tujuan bersama di antara individu atau kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat.

Ernest W. Burgess (1957) dalam Encyclopaedia of the Social Sciences

Asimilasi adalah proses terjadinya interaksi dan kontak sosial yang mendalam disertai dengan berbagi pengalaman kebudayaan bersama.

Frederich E. Lumley dalam Dictionary of Sociology

Asimilasi adalah proses berbaurnya dua kebudayaan berbeda antar individu maupun kelompok sehingga menjadi suatu percampuran kebudayaan baru.

Alvin L. Betrand

Asimilasi adalah proses sosial dimana tiap kelompok sosial yang memiliki kebudayaan berbeda dan saling melakukan interaksi sosial dalam kurun waktu lama, sehingga menghasilkan kebudayaan baru akibat adanya perubahan budaya tiap kelompok baik dari unsur tertentu maupun secara keseluruhan.

J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto

Asimilasi adalah proses terjadinya peleburan kebudayaan, sehingga setiap anggota kelompok di dalamnya merasakan adanya kebudayaan tunggal yang dirasakan sebagai milik bersama.

Faktor Penghambat Asimilasi

Proses asimilasi akan sulit terwujud, apabila anggota masyarakat di dalam kelompok sosialnya tidak mau bertoleransi dan merasa superior atas kebudayaan yang dimiliki. Tentunya, selain itu masih ada beberapa faktor penghambat asimilasi, diantaranya berikut:

  1. Terisolasinya suatu kebudayaan golongan tertentu dalam kehidupan masyarakat.
  2. Kurangnya pengetahuan suatu kelompok tertentu atas kebudayaan yang dimiliki oleh kelompok sosial lainnya di dalam masyarakat.
  3. Adanya perasaan takut terhadap kebudayaan kelompok lain.
  4. Adanya perasaan superior pada suatu kelompok tertentu sehingga mengakibatkan sikap menganggap remeh terhadap kebudayaan kelompok atau golongan lainnya.
  5. Adanya perbedaan ciri fisik antar kelompok, seperti warna kulit, ras, etnis dan lain-lain.
  6. Adanya perasaan in-group dalam kelompok tertentu, perasaan anggota kelompok yang merasa terikat kepada kelompok dan kebudayaannya masing-masing.
  7. Gangguan diskriminatif yang dilancarkan oleh golongan berkuasa/superior terhadap golongan minoritas.
  8. Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan antar anggota kelompok sehingga mengakibatkan pertentangan antar kelompok.

Faktor Pendorong Asimilasi

Selain faktor penghambat, tentunya juga ada faktor pendorong asimilasi. Maka, proses asimilasi akan mudah terwujud jika melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Adanya sikap toleransi antar kelompok terhadap perbedaan kebudayaan yang dimiliki, sehingga mempermudah proses asimilasi.
  2. Mudah beradaptasi dan bersifat terbuka terhadap kebudayaan pada kelompok sosial di masyarakat.
  3. Perkawinan campuran, misalnya seseorang dari kelompok etnis Cina menikah dengan seseorang dari kelompok suku Jawa.
  4. Tidak ada rasa prasangka buruk terhadap kebudayaan lain.
  5. Adanya musuh bersama dari luar kelompok, sering kali dapat mempermudah rasa persatuan antar anggota kelompok, menghilangkan perbedaan yang ada dan mempermudah proses asimilasi.

Bentuk-Bentuk Asimilasi

Asimilasi sendiri dapat dibagi menjadi 6 bentuk, diantaranya proses asimilasi atas dasar budaya, struktural, perkawinan, agama, linguistik, dan arsitektur.

Asimilasi Budaya

Adalah proses perpaduan kebudayaan antar kelompok, disertai hilangnya ciri khas atau identitas budaya itu sendiri. Contoh asimilasi adalah munculnya musik dangdut di Indonesia, dimana hal itu merupakan hasil dari percampuran budaya musik dari India dengan musik melayu.

Asimilasi Struktural

Adalah proses percampuran antar unsur yang berbeda dalam struktur sosial atau lembaga sosial. Contoh asimilasi adalah asimilasi pada sistem pemerintahan presidensial yang diterapkan Indonesia, padahal berdasarkan warisan sejarah sebelumnya, Indonesia menganut sistem kerajaan, seiring berjalannya waktu Indonesia mengadopsi sistem pemerintahan dengan menerapkan pemilu dalam pemilihan presiden beserta jajarannya.

Asimilasi Perkawinan

Adalah proses penyesuaian masyarakat dengan adanya pernikahan berbeda etnis, suku, atau agama. Proses asimilasi ini bisa disebut juga amalgamasi (pernikahan campuran). Contoh asimilasi adalah pernikahan antar etnis atau berbeda suku, seperti pernikahan antara suku Jawa dengan suku Batak, maka dalam prosesi pernikahannya akan menghasilkan budaya baru.

Asimilasi Agama

Adalah perpaduan kebudayaan atas perbedaan agama dan kepercayaan. Contoh asimilasi adalah acara 3, 7, dan 40 harian peringatan kepada orang yang telah meninggal yang dilakukan penganut agama Islam di Indonesia. Acara tersebut merupakan hasil adopsi budaya dari agama Hindu, sehingga menimbulkan budaya baru yang disebut acara tahlilan oleh umat Islam.

Asimilasi Lingusitik

Adalah proses pencampuran bahasa yang berbeda antar daerah. Contohnya adalah ketika masyarakat Indonesia seringkali menggunakan kata serapan berasal dari bahasa inggris, misalnya adaptasi dari adaptation, kanker berasal dari cancer, dan lainnya.

Asimilasi Arsitektur

Adalah proses perpaduan kebudayaan yang terlihat pada motif atau corak bangunan yang ada pada suatu wilayah. Contoh asimilasi adalah adanya bangunan masjid yang bercorak Tionghoa sebagai tempat ibadah umat Islam.

Proses Asimilasi

Proses asimilasi adalah peleburan kebudayaan yang berbeda, sehingga anggota kelompok yang terlibat di dalamnya berasimilasi atau menyesuaikan untuk memliki tujuan yang sama yaitu adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. Adanya asimilasi bertujuan untuk mengilangkan perbedaan antar budaya sehingga menimbulkan perubahan kebudayaan demi membentuk rasa persatuan dan kesatuan. Nah, untuk memperjelas bagaimana proses asimilasi itu bisa terjadi, coba simak skema berikut ini.

A+B =C

Berdasarkan skema proses asimilasi di atas, dapat kita mengerti bahwa asimilasi merupakan proses pencampuran dua budaya berbeda kemudian menghasilkan budaya baru dan menghilangkan ciri kebudayaan aslinya.

Proses asimilasi dapat terjadi apabila meliputi tiga tahap, yaitu:

  1. Adanya perbedaan kebudayaan antar kelompok sosial.
  2. Anggota masyarakat dari kelompok sosial yang berbeda-beda dan selalu menjalin interaksi sosial dalam jangka waktu yang lama.
  3. Dalam interaksi sosial yang terjalin, antara masing-masing kelompok sosial mampu beradaptasi atas perbedaan kebudayaan yang dimiliki.

Contoh Asimilasi

1. Pernikahan antar etnis atau berbeda suku, seperti pernikahan antara suku Jawa dengan suku Batak. Maka dalam prosesi pernikahannya akan mengkolaborasi dua kebudayaan tersebut.

2. Budaya agama Hindu di Bali merupakan hasil perpaduan budaya kepercayaan animisme tradisional dengan agama Hindu yang dibawa dari India.

3. Asimilasi dalam hal berpakaian, misalnya dahulu wanita berpakaian menggunakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi saat ini kebaya dipakai hanya pada acara resmi seperti pernikahan. Masyarakat Indonesia beralih dari menggunakan kebaya menjadi menggunakan tren fashion dari negara barat.

4. Asimilasi dalam penggunaan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, dimana banyak kosakata bahasa Indonesia yang menyerap dari bahasa Inggris.

5. Asimilasi pada bidang seni suara atau musik, misalnya perpaduan musik melayu dengan musik India, sehingga menghasilkan budaya musik dangdut.

6. Asimilasi dalam bidang seni tulisan atau kaligrafi, dimana kaligrafi awalnya dibawa oleh pedagang Arab ke Indonesia, kemudian bayak ditiru oleh seniman Indonesia sehingga menghasilkan kaligrafi perpaduan budaya Arab-Indonesia.

7. Bangunan masjid yang menyerupai bangunan vihara, dengan ditambahkan ornamen Islam seperti kaligrafi, maka dijadikan sebagai tempat ibadah umat Islam, dimana hal itu merupakan perpaduan budaya Islam dengan Tionghoa.

Baca juga: Cara Membuat Essay

Berdasarkan penjelasan di atas, apakah kalian sudah paham mengenai pengertian dan proses terjadinya asimilasi? Semoga dengan hadirnya artikel ini, kalian bisa memahami lebih lanjut mengenai asimilasi dan contoh asimilasi ya!


Daftar Pustaka

Bertrand, Alvin L. (1980). Basic Sosiology : An Introduction to Theory and Method. Terbitan: Appleton-Century-Crofts.

Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyanto. (2004). Sosiologi Teks Pengantar danTerapan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Poerwanto, Hari. (1999). Asimilasi, Akulturasi, dan Integrasi Nasional Jurnal Humaniora No.12 September – Desember

Artikel Terbaru

Nadhifa

Nadhifa

Mahasiswa Sosiologi Universitas Airlangga 2017.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *