Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Indonesia tidak hanya terkenal sebagai negara dengan banyak kebudayaan, namun juga merupakan negara yang heterogen. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda, dengan suku dan ras yang berbeda pula. Jadi apa yang menurut kamu membuat Masyarakat Indonesia heterogen? Ya, jawabannya adalah asal-usul nenek moyang Bangsa Indonesia.

Heterogenitas masyarakat Indonesia tentu tidak jauh dari asal-usul dari keberadaan nenek moyang Bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itu, untuk lebih memahami mengenai nenek moyang bangsa Indonesia, yuk simak penjelasan berikut ini.

Awal Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Di wilayah Indonesia banyak ditemukan jenis fosil yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pasti banyak bertanya-tanya sebenarnya dari mana asli nenek moyang Bangsa Indonesia. berdasarkan para ahli, nenek moyang Bangsa Indonesia berasal dari rumpun bangsa Austronesia yang telah masuk ke Indonesia dengan cara bertahap.

Dikatakan bahwa bangsa ini berasal dari Yunan, Cina Selatan. Dari Yunan mereka berpindah ke wilayah Vietnam, namun entah karena iklim atau bencana mereka berpindah ke pulau-pulau di selata Benua Asia (Herjunanto, dkk, 2009:63). Setelah masuk ke Indonesia, Bangsa Autronesia ini banyak disebut dengan Bangsa Melayu. Bangsa ini datang secara bertahap melalui dua gelombang kedatangan.

Baca juga: Manusia Purba di Indonesia Serta Penjelasannya

Proto Melayu (Melayu Tua)

Bangsa ini diperkirakan datang dari wilayah Cina Selatan. Bangsa ini memiliki ciri khusus, yaitu memiliki rambut yang lurus, mata sipit, dengan kulit kecoklatan. Kedatangan bangsa ini membawa kebudayaan batu ke Indonesia. Pada awal kedatangannya, mereka menempati daerah pesisir pantai, namun seiring kedatangan bangsa lain merekapun masuk ke pedalaman hutan dan mendesak penduduk asli.

Karena wilayah hutan yang terisolasi, akhirnya proto mlayu dan penduduk aslipun melebur dan menjadi satu hingga muncul suku Batak, Toraja, Alas, dan Gayo (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017:35).

Deutero Melayu (Melayu Muda)

Bangsa ini diperkirakan datang dari Indocina bagian utara. Mereka datang membawa budaya baru berupa barang dari besi atau perunggu. Istilah bagi kebudayaan tersebut ialah kebudayaan Dongson. Selain kebudayaan logam, bangsa ini juga memiliki keahlian dalam bidang pengolahan tanah melalui irigasi. Kedatangan bangsa ini menggunakan jalur laut, yakni melalui pelayaran.

Karena semakin banyaknya bangsa Deutero Melayu, mereka tidak lagi tinggal di wilayah pesisir, namun mulai masuk ke pedalaman. Pada akhirnya Deutero Melayu dan Proto Melayu melebur dan menjadi penduduk Indonesia. pada masa berikutnya bahkan sudah sulit untuk membedakan kedua bangsa tersebut.

Penduduk Proto Melayu meliputi suku Gayo dan Alas di Sumatra utara, serta Toraja di Sulawesi. Sementara itu, semua penduduk wilayah Indonesia, kecuali penduduk Papua dan sekitar wilayah Papua merupakan Deutero Melayu.

Teori Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Mengenai asas-usul Bangsa Indonesia memiliki banyak pendapat yang muncul. Para ahli banyak yang memiliki argumen disertai juga pembenaran. Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai asal-usul Bangsa Indonesia, diantaranya:

Teori Von Heine Geldern

Dalam teori ini dijelaskan bahwa nenek moyang bangsa Austronesia mulai datang ke kepulauan Indonesia pada tahun 2000 SM yakni zaman neolithikum. Datangnya Bangsa Austronesia ke Asia Tenggara pada masa ini terkenal dengan menggunakan perahu bercadik.

Perahu Bercadik
Sumber: Buku Sejarah Untuk SMA SMK Kelas XI Bahasa

Kedatangan budaya ini melalui dua tahapan, yakni kebudayaan kapak persegi yang melalui jalur barat. Sehingga banyak peninggalannya yang terdapat di Indonesia bagian barat. Kebudayaan kedua, yakni kapak lonjong datang melalui jalur timur pada zaman perunggu. Sehingga peninggalannya banyak terdapat di wilayah timur Indonesia.

Pada masa ini diduga telah terjadi kontak perdagangan dengan sistem barter atau tukar menukar barang. Sebagai penghubung, maka diperlukan sebuah bahasa untuk alat berkomunikasi. Para ahli sejarah berpendapat bahwa disinilah cikal bakal lahirnya basahad dari Bangsa Austronesia.

Teori Mandaline Coloni

Berdasarkan pendapat ini mengatakan bahwa sebelum kedatangan nenek moyang Bangsa Indonesia. Di Indonesia sudah memiliki penghuni, yaitu suku Negrito dan Weddoit. Pada saat nenek moyang Indonesua datang, suku Negrito sudah tidak ada. Namun, suku Weddoit masih ada, bahkan hingga kini yaitu suku Sakai di Siak, suku Kubu di Jambi, dan suku Kubu di Palembang.

Teori H. Kern

Teori ini didasarkan perbandingan bahasa. Teori berpendapat bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia. Berdasarkan pendapatnya, orang yang tinggal di wilayah Indonesia, Mikronesia, Polinesia, dan Melanesia memiliki kemiripan bahasa, yaitu bahasa Austronesia. Ditemukan banyak kesamaan dalam beberapa istilah, seperti nama alat perang dan istilah binatang dalam bahasanya.

Teori M. Yamin

Pada teori M. Yamin menganggap bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia berasal dari wilayah Indonesia sendiri. Pendapat ini didasarkan pada penemuan fosil-fosil manusia purba. Menurutnya, fosil yang ditukan di Indonesia todak memiliki kesamaan dengan fosil di wilayah lain. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri.

Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Peta Persebaran Nenek Moyang Indonesia
Sumber: Buku IPS Untuk SMP/MTS Kelas VII

Kedatangan nenek moyang Indonesia tentu tidak hanya untuk berdiam di satu wilayah saja, namun juga menyebar ke beberapa wilayah lainnya. Persebaran nenek moyang Indonesia ini dibagi menjadi dua periode persebaran, sebagai berikut:

Periode Persebaran tahun 1500 SM

Pada periode persebaran nenek moyang bangsa Indonesia ini dilakukan oleh Bangsa Proto Melayu yang membawa kebudayaan batu. Persebaran mereka dilakukan melalui dua jalur, yaitu barat dan timur (Herjunanto, dkk, 2009:65).

  1. Jalur barat, berawal dari Yunan – Malaya – Sumatera dan Jawa – Kalimantan
  2. Jalur timur, berawal dari Yunan – Vietnam- Filipina – Sulawesi dan Irian.

Kedatangan Bangsa Proto Melayu tersebut diketahui dari budaya batu yang ditinggalkan, yaitu budaya Kapak Persegi dan Kapak Lonjong.

Periode Persebaran tahun 500 SM

Pada periode ini, persebaran dilakukan oleh Bangsa Deutro Melayu yang membawa kebudayaan perunggu atau Kebudayaan Dongson. Jalur persebaran yang mereka lakukan melalui Daratan Asia, lau Semenjung Malaya, hingga sampai di Sumatera dan Jawa.

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Bagaimana materi yang dijelaskan? Apakah sudah mulai ada gambaran mengenai bagaimana asal-usul nenek moyang Bangsa Indonesia? Semoga dengan materi artikel ini bisa menambah pengetahuan kamu mengenai asal-usul nenek moyang Bangsa Indonesia ya. Jangan lupa untuk terus membaca dan selamat belajar!


Daftar Rujukan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Indonesia: Untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Edisi Revisi). 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Herjunanto, N., Rahmawati, P., Sutarto, sunardi, & Purwanto, B., T. 2009. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Artikel Terbaru

Leni

Leni

Nama saya Leni Sagita, lulusan S1 Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Malang. Saya tertarik menulis dalam bidang pendidikan, khusunya bidang Sejarah, untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan. Semoga artikel yang saya buat nantinya dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya adik-adik yang sedang menimba ilmu supaya lebih bersemangat dalam belajar.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *