16 Contoh Alat Musik Ritmis

Alat musik mempunyai ciri yang merujuk kepada fungsinya. Salah satunya alat musik ritmis. Alat musik ini berfungsi sebagai pengiring pada sebuah komposisi musik. Alat musik ritmis tidak bersolmisasi, tidak menghasilkan nada tertentu. Namun demikian tetap menciptakan harmonisasi suara yang indah.

Umumnya dimainkan dengan dipukul untuk menghasilkan bunyi pembentuk tempo. Oleh karenanya instrumen ini juga mempunyai fungsi sebagai penjaga atau pengatur tempo. Apa saja alat musik yang memiliki fungsi ritmis, berikut contohnya:

1. Drum

Seperangkat tetabuhan yang terdiri dari beberapa macam alat musik. Alat musik ritmis yang paling populer digunakan pada berbagai jenis musik. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : id.yamaha.com

Sebuah set drum standar umumnya terdiri dari snare, bass, tom tom, cymbal, hi hat dan alat pendukung seperti pedal, tom holder serta kursi drum.

Snare, bass, dan tom tom adalah perangkat musik sejenis kendang yang dilapisi membran sebagai penghasil bunyi. Cymbal dan hi hat berbentuk cakram tipis terbuat dari logam. Memainkannya dengan dipukul menggunakan stik kayu dan kaki menginjak pedal bass dan hi hat.

Sebuah set drum bisa bermacam-macam bentuk & kombinasi perangkatnya tergantung preferensi pemainnya. Unsur elektronis juga sudah dimasukkan ke dalam sebuah set drum masa kini.

2. Kendang

Atau gendang adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia. Bermacam-macam namanya sesuai daerahnya. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : alatmusik.net

Secara umum berupa lingkaran kayu yang di salah satu sisinya dilapisi membran sumber resonansi. Memainkannya dipukul atau ditabuh menggunakan tangan.

Kendang digunakan dalam berbagai genre musik, seperti : melayu, dangdut, campursari termasuk juga karawitan dan gamelan serta bagian dari pengiring tarian daerah.

3. Tifa

Merupakan salah satu alat musik pukul tradisional Indonesia. Alat musik khas daerah Papua dan sekitarnya. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : id.m.wikipedia.org

Bentuknya serupa kendang yang dilapisi membran resonansi penghasil bunyi. Yang menjadi ciri Tifa suaranya lebih ringan dan nyaring. 

Alat musik ini dimainkan dengan dipukul atau ditabuh. Ada juga yang menggunakan alat pukul untuk membunyikannya. Tifa digunakan dalam upacara adat, tarian tradisional dan pertunjukan musik daerah sebagai pengiring.

4. Dol

Varian lain dari kekayaan budaya Nusantara berupa gendang khas dari Bengkulu. Merupakan alat musik pukul berbentuk gendang besar dengan diameter lebih dari 50 cm. Bisa jadi adalah gendang terbesar yang ada di Nusantara.

Alat musik ritmis
Sumber foto : tobokito.com

Terbuat dari kayu atau bonggol pohon kelapa yang dilubangi bagian tengahnya. Bagian atasnya dilapisi kulit kambing atau sapi. Sekilas mirip bedug yang banyak terdapat di mushola atau mesjid. 

Dahulu Dol dimainkan pada acara-acara khusus saja. Namun seiring berjalannya waktu banyak ditampilkan dalam acara budaya mempromosikan pariwisata daerah.

5. Gong Besar

Alat musik ritmis ini memiliki arti dan fungsi yang khusus. Walaupun sebenarnya bagian dari seperangkat peralatan musik gamelan. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : infobaru.id

Gong adalah alat musik tradisional Indonesia. Berbentuk lingkaran besar terbuat dari logam dan dimainkan dengan dipukul menggunakan alat pukul.

Alat musik ini cuma memiliki satu bunyi saja. Dimainkan sebagai pengiring dan pelengkap komposisi musik. Tetapi mempunyai nilai filosofi tinggi karena digunakan di setiap acara peresmian dan upacara. Biasanya Gong dipukul 3 kali menandakan sahnya sebuah kegiatan.

6. Marakas

Alat musik sederhana berasal dari Afrika dan populer dimainkan di Amerika Latin. Bentuknya bulat lonjong terbuat dari buah labu atau kulit kering yang dijahit. Berisi biji-bijian atau manik-manik penghasil suaranya. Sekarang marakas terbuat dari bahan apa saja selama bisa menampung dan diisi butiran penghasil bunyi.

Alat musik ritmis
Sumber foto : Marco Antonio Reyes dari Pixabay

Memainkannya sangat mudah, cukup digoyang mengikuti irama hingga menimbulkan bunyi gemericik yang membuat meriah atau semarak. Bukan sekedar improvisasi, tapi juga penyeimbang tempo pada sebuah aransemen musik. Marakas biasa dimainkan untuk mengiringi musik Salsa, Rumba juga Reggae.

Baca juga: 10 Contoh Alat Musik Sentuh

7. Konga (Conga)

Alat musik ritmis yang sering dimainkan dan berasal dari Afrika. Terbuat dari kayu, juga fiberglass. Bagian atas dilapisi kulit hewan sebagai membran penghasil bunyi.

Alat musik ritmis
Sumber musik : citraintirama.com

Memainkannya menggunakan tangan secara langsung seperti memukul gendang dengan posisi tegak lurus.

Populer dimainkan dalam musik bernuansa latin yang rancak dan gembira. Salah satu band mancanegara beraliran pop latin dengan vokalisnya Gloria Estefan, Miami Sound Machine pernah membuat sebuah lagu berjudul “Conga” untuk menggambarkan betapa mengasyikkan memainkannya.

8. Kastanyet (Castanets)

Alat musik ritmis yang bentuknya cukup unik. Berupa sepasang capitan seperti kerang yang terbuat dari kayu. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : 123rf.com

Sangat populer dalam mengiringi tarian Flamenco di Spanyol. Penari akan membawa Kastanyet yang berfungsi sebagai ‘gimmick’ dari keseluruhan tarian. Alat ini juga sebagai penanda perubahan gerakan sang penari. Dalam komposisi musik Kastanyet digunakan sebagai pengiring dan penjaga tempo.

9. Rebana

Alat musik ritmis asal Timur Tengah yang berkembang di Indonesia. Berbentuk bulat terbuat dari kayu dengan salah satu sisi dilapisi membran penghasil bunyi.

Alat musik ritmis
Sumber foto : id.m.wikipedia.org

Banyak digunakan mengiringi musik bernuansa Timur Tengah dan tarian daerah seperti Zapin dan Hadroh. Identik dengan sholawatan karena konon Wali Songo menggunakan Rebana sebagai salah satu media penyebaran agama Islam di Jawa.

Baca juga: 10 Contoh Alat Musik Melodis

10. Ketipung

Alat musik ritmis khas Indonesia. Bentuknya seperti gendang berukuran kecil. Dilapisi kulit sapi atau kambing sebagai sumber bunyinya.

Alat musik ritmis
Sumber foto : rebanas.com

Sangat populer dimainkan mengiringi musik keroncong, melayu dan dangdut. Dalam beberapa hal cara memainkannya tidak hanya memukul dengan tangan saja. Dengan kemampuan khusus pemain Ketipung menggunakan jari-jarinya untuk menghasilkan bunyi yang khas. Sentuhan yang membuat musik dangdut berkembang pesat di tanah air.

11. Triangle

triangle
Sumber: www.gear4music.com

Seperti namanya, alat musik ritmis ini berbentuk Triangle atau segitiga. Alat ini terbuat dari bahan logam anti karat yang berbunyi nyaring.

Dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan tongkat kecil dengan bahan yang sama.

Triangle banyak digunakan pada pertunjukan musik klasik seperti pertunjukan karya-karya dari Mozart atau Beeethoven.  Alat musik ini ditemukan pada sekitar abad ke 18 di saat era kejayaan musik klasik.

Akan tetapi penggunaannya di masa modern saat ini pun  masih cukup sering ditemui.

Misalnya dalam pertunjukan dalam format big band dimana pemain perkusi mengikutsertakan triangle di dalam set alatnya untuk mendapatkan jenis suara yang lebih variatif.

12. Tamborin

tambourine
Sumber: www.thomann.de

Alat musik ini cukup populer di kalangan masyarakat. Dengan suara yang khas dan bentuknya yang menarik membuat kepopuleran alat ini semakin meningkat.

Tamborin adalah alat musik berbentuk lingkaran dimana di pinggiran lingkarannya terdapat kepingan-kepingan logam yang berbentuk bulat dan disusun sedemikan rupa agar ketika digerakkan dapat menghasilkan bunyi.

Menurut catatan sejarah, Tamborin sudah digunakan sejak tahun 1700 sebelum Masehi. Masyarakat Mesir kuno tercatat menggunakan Tamborin sebagai instrumen yang digunakan untuk upacara keagamaan.

Nama Tamborin sendiri memiliki akar kata dari serapan bahasa Arab yaitu “tunbur”, sebuah alat musik ritmis yang digunakan di jazirah Arab.

Penggunaannya saat ini sangat bervariasi. Mulai dari orkes dangdut, pertunjukan band atau musik dari berbagai aliran, sampai menjangkau ranah musik yang lebih tradisional seperti kasidah atau marawis.

13. Cymbal Tangan

hand cymbal
Sumber: williamjamespercussion.com

Mungkin kamu sudah pernah mengetahui atau tidak asing dengan alat musik ini. Cymbal merupakan salah satu komponen yang digunakan pada alat musik drum yang menghasilkan suara nyaring.

Hanya saja kali ini yang dibahas adalah hanya Cymbal-nya saja. Bentuknya hampir sama seperti Cymbal yang digunakan pada drum.

Cymbal tangan biasanya terdiri dari sepasang cymbal dengan ukuran mulai dari 9 inci sampai 16 inci.

Cara memainkannya adalah dengan memegang Cymbal pada kedua belah tangan lalu dipukulkan satu sama lain.

Cymbal tangan sering digunakan dalam pertunjukan musik orkestra, marching band atau drum band.

14. Timpani

ludwig-grand-symphonic-timpani-og
Sumber: www.conn-selmer.com

Timpani adalah alat musik ritmis yang berbentuk seperti alat musik drum hanya saja berukuran lebih besar.

Bentuknya cukup unik yaitu berbentuk seperti mangkuk dengan bagian atas menggunakan membran yang terbuat dari kulit sapi atau kulit sintetis.

Cara memainkannya adalah dengan memukul membran dengan menggunakan sebuah alat pemukul yang disebut mallet. Mallet sendiri terbuat dari kayu dengan ukuran diameter sekitar 2 cm dimana ujungnya berbentuk bulatan yang terbuat dari bulu domba asal Eropa.

Karakter suara yang dihasilkan cenderung rendah dan lebar dengan nuansa gemuruh saat dimainkan dengan cepat.

Timpani biasa diikutsertakan dalam komposisi pertunjukan musik orkestra. Menurut catatan sejarah, Timpani sudah digunakan dalam musik klasik orkestra sejak pertengahan abad ke 17.

15. Cajon

Cajon
Sumber: blog.sweelee.com

Cajon merupakan alat musik yang cukup populer belakangan ini. Hal ini tak lepas dari kepraktisannya dan fungsinya yang bisa menggantikan drum terutama untuk sajian pertunjukan musik akustik.

Cajon terbuat dari bahan kayu dimana pada bagian belakang diberikan lubang yang berfungsi untuk mengeluarkan suara. Di bagian dalam Cajon sendiri terdapat senar gitar atau strainer untuk menghasilkan efek seperti suara pada snare drum.

Penyebutan Cajon berasal dari bahasa Spanyol yaitu “Caja” yang memiliki arti “box” atau kotak. Cajon pertama kali digunakan oleh budak-budak asal Afrika yang berada di Peru pada abad ke 18.

Karena alat musik dari daerah asal mereka dilarang maka mereka membuat alat perkusi alternatif yaitu Cajon. Saat ini Cajon bisa dimainkan untuk berbagai macam genre. Bentuknya pun saat ini beraneka ragam dan ukuran.

16. Tabla

Tabla
Sumber: en.wikipedia.org

Banyak orang awam yang keliru menyamakan kendang dengan Tabla. Padahal dua alat musik ini memiliki perbedaan.

Tabla berasal dari istilah bahasa Arab yaitu “tabl” yang berarti “menghadap ke atas”. Alat musik ini tersebar di seluruh Timur Tengah dengan beberapa penyebutan yaitu “tabl-naqqara, tabl-migri, tabl-turki dan lain-lain.

Setelah itu menyebar ke India dan sangat populer untuk mengiringi tarian dan nyanyian terutama di India bagian Utara. Pada abad ke 18 Tabla sudah digunakan untuk mengiringi musik klasik Hindustan.

Tabla biasanya terdiri dari dua buah set yaitu di sebelah kiri bernama “bayan” dan sebelah kanan adalah “dayan”. Sebelah kiri berukuran lebih kecil dari yang kanan.

Tabla menggunakan bahan yang terbuat dari kayu dengan membran yang terbuat dari kulit kambing. Saat dimainkan suara yang keluar sangat khas dan bila dimainkan dengan cepat akan memancing tubuh untuk ikut bergoyang.

Baca juga: Contoh Alat Musik Pukul

Unsur dan prinsip Tabla ini kemudian masuk ke Indonesia dan diadaptasi ke dalam musik dangdut dan menjadi ciri khas dari jenis musik ini.

Pemahaman Akhir

Alat musik ritmis memiliki peran penting dalam sebuah komposisi musik sebagai pengiring dan pengatur tempo. Meskipun tidak menghasilkan nada tertentu, alat musik ritmis mampu menciptakan harmonisasi suara yang indah.

Beberapa contoh alat musik ritmis yang populer antara lain drum, kendang, tifa, dol, gong besar, marakas, konga, kastanyet, rebana, ketipung, triangle, tamborin, cymbal tangan, timpani, cajon, tabla, dan banyak lagi.

Setiap alat musik ritmis memiliki karakteristik suara dan cara memainkan yang unik. Drum, kendang, dan tifa, misalnya, dimainkan dengan dipukul untuk menghasilkan bunyi dan memegang peranan penting sebagai penjaga atau pengatur tempo. Alat musik seperti gong besar, marakas, dan kastanyet juga memberikan sentuhan dan warna yang khas dalam sebuah komposisi musik.

Penggunaan alat musik ritmis sangat luas, baik dalam musik tradisional maupun modern. Mereka digunakan dalam berbagai genre musik, seperti dangdut, salsa, flamenco, orkestra, dan banyak lagi. Alat musik ritmis menciptakan nuansa dan semarak dalam musik, memberikan ritme dan kehidupan pada setiap komposisi.

Pemahaman dan penguasaan terhadap berbagai alat musik ritmis sangat penting bagi para pemain dan musisi untuk menghasilkan musik yang kohesif, dinamis, dan menggugah perasaan pendengar. Penggunaan yang tepat dari alat musik ritmis dapat memberikan kekuatan dan kesatuan dalam musik, membangun fondasi yang solid bagi setiap komposisi musik yang dimainkan.

Nah itulah macam-macam alat musik ritmis, selamat menambah pengetahuan!


Sumber:

https://en.wikipedia.org/

https://en.wikipedia.org/

https://www.britannica.com/

Artikel Terbaru

Avatar photo

Miska

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nasional - Jakarta

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *