Home Seni & Musik 10 Contoh Alat Musik Ritmis

10 Contoh Alat Musik Ritmis

Alat musik mempunyai ciri yang merujuk kepada fungsinya. Salah satunya alat musik ritmis. Alat musik ini berfungsi sebagai pengiring pada sebuah komposisi musik. Alat musik ritmis tidak bersolmisasi, tidak menghasilkan nada tertentu. Namun demikian tetap menciptakan harmonisasi suara yang indah.

Umumnya dimainkan dengan dipukul untuk menghasilkan bunyi pembentuk tempo. Oleh karenanya instrumen ini juga mempunyai fungsi sebagai penjaga atau pengatur tempo. Apa saja alat musik yang memiliki fungsi ritmis, berikut contohnya:

1. Drum

Seperangkat tetabuhan yang terdiri dari beberapa macam alat musik. Alat musik ritmis yang paling populer digunakan pada berbagai jenis musik. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : id.yamaha.com

Sebuah set drum standar umumnya terdiri dari snare, bass, tom tom, cymbal, hi hat dan alat pendukung seperti pedal, tom holder serta kursi drum.

Snare, bass, dan tom tom adalah perangkat musik sejenis kendang yang dilapisi membran sebagai penghasil bunyi. Cymbal dan hi hat berbentuk cakram tipis terbuat dari logam. Memainkannya dengan dipukul menggunakan stik kayu dan kaki menginjak pedal bass dan hi hat.

Sebuah set drum bisa bermacam-macam bentuk & kombinasi perangkatnya tergantung preferensi pemainnya. Unsur elektronis juga sudah dimasukkan ke dalam sebuah set drum masa kini.

2. Kendang

Atau gendang adalah salah satu alat musik tradisional Indonesia. Bermacam-macam namanya sesuai daerahnya. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : alatmusik.net

Secara umum berupa lingkaran kayu yang di salah satu sisinya dilapisi membran sumber resonansi. Memainkannya dipukul atau ditabuh menggunakan tangan.

Kendang digunakan dalam berbagai genre musik, seperti : melayu, dangdut, campursari termasuk juga karawitan dan gamelan serta bagian dari pengiring tarian daerah.

3. Tifa

Merupakan salah satu alat musik pukul tradisional Indonesia. Alat musik khas daerah Papua dan sekitarnya. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : id.m.wikipedia.org

Bentuknya serupa kendang yang dilapisi membran resonansi penghasil bunyi. Yang menjadi ciri Tifa suaranya lebih ringan dan nyaring. 

Alat musik ini dimainkan dengan dipukul atau ditabuh. Ada juga yang menggunakan alat pukul untuk membunyikannya. Tifa digunakan dalam upacara adat, tarian tradisional dan pertunjukan musik daerah sebagai pengiring.

4. Dol

Varian lain dari kekayaan budaya Nusantara berupa gendang khas dari Bengkulu. Merupakan alat musik pukul berbentuk gendang besar dengan diameter lebih dari 50 cm. Bisa jadi adalah gendang terbesar yang ada di Nusantara.

Alat musik ritmis
Sumber foto : tobokito.com

Terbuat dari kayu atau bonggol pohon kelapa yang dilubangi bagian tengahnya. Bagian atasnya dilapisi kulit kambing atau sapi. Sekilas mirip bedug yang banyak terdapat di mushola atau mesjid. 

Dahulu Dol dimainkan pada acara-acara khusus saja. Namun seiring berjalannya waktu banyak ditampilkan dalam acara budaya mempromosikan pariwisata daerah.

5. Gong Besar

Alat musik ritmis ini memiliki arti dan fungsi yang khusus. Walaupun sebenarnya bagian dari seperangkat peralatan musik gamelan. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : infobaru.id

Gong adalah alat musik tradisional Indonesia. Berbentuk lingkaran besar terbuat dari logam dan dimainkan dengan dipukul menggunakan alat pukul.

Alat musik ini cuma memiliki satu bunyi saja. Dimainkan sebagai pengiring dan pelengkap komposisi musik. Tetapi mempunyai nilai filosofi tinggi karena digunakan di setiap acara peresmian dan upacara. Biasanya Gong dipukul 3 kali menandakan sahnya sebuah kegiatan.

6. Marakas

Alat musik sederhana berasal dari Afrika dan populer dimainkan di Amerika Latin. Bentuknya bulat lonjong terbuat dari buah labu atau kulit kering yang dijahit. Berisi biji-bijian atau manik-manik penghasil suaranya. Sekarang marakas terbuat dari bahan apa saja selama bisa menampung dan diisi butiran penghasil bunyi.

Alat musik ritmis
Sumber foto : pixabay.com

Memainkannya sangat mudah, cukup digoyang mengikuti irama hingga menimbulkan bunyi gemericik yang membuat meriah atau semarak. Bukan sekedar improvisasi, tapi juga penyeimbang tempo pada sebuah aransemen musik. Marakas biasa dimainkan untuk mengiringi musik Salsa, Rumba juga Reggae.

Baca juga: 10 Contoh Alat Musik Sentuh

7. Konga (Conga)

Alat musik ritmis yang sering dimainkan dan berasal dari Afrika. Terbuat dari kayu, juga fiberglass. Bagian atas dilapisi kulit hewan sebagai membran penghasil bunyi.

Alat musik ritmis
Sumber musik : citraintirama.com

Memainkannya menggunakan tangan secara langsung seperti memukul gendang dengan posisi tegak lurus.

Populer dimainkan dalam musik bernuansa latin yang rancak dan gembira. Salah satu band mancanegara beraliran pop latin dengan vokalisnya Gloria Estefan, Miami Sound Machine pernah membuat sebuah lagu berjudul “Conga” untuk menggambarkan betapa mengasyikkan memainkannya.

8. Kastanyet (Castanets)

Alat musik ritmis yang bentuknya cukup unik. Berupa sepasang capitan seperti kerang yang terbuat dari kayu. 

Alat musik ritmis
Sumber foto : 123rf.com

Sangat populer dalam mengiringi tarian Flamenco di Spanyol. Penari akan membawa Kastanyet yang berfungsi sebagai ‘gimmick’ dari keseluruhan tarian. Alat ini juga sebagai penanda perubahan gerakan sang penari. Dalam komposisi musik Kastanyet digunakan sebagai pengiring dan penjaga tempo.

9. Rebana

Alat musik ritmis asal Timur Tengah yang berkembang di Indonesia. Berbentuk bulat terbuat dari kayu dengan salah satu sisi dilapisi membran penghasil bunyi.

Alat musik ritmis
Sumber foto : id.m.wikipedia.org

Banyak digunakan mengiringi musik bernuansa Timur Tengah dan tarian daerah seperti Zapin dan Hadroh. Identik dengan sholawatan karena konon Wali Songo menggunakan Rebana sebagai salah satu media penyebaran agama Islam di Jawa.

Baca juga: 10 Contoh Alat Musik Melodis

10. Ketipung

Alat musik ritmis khas Indonesia. Bentuknya seperti gendang berukuran kecil. Dilapisi kulit sapi atau kambing sebagai sumber bunyinya.

Alat musik ritmis
Sumber foto : rebanas.com

Sangat populer dimainkan mengiringi musik keroncong, melayu dan dangdut. Dalam beberapa hal cara memainkannya tidak hanya memukul dengan tangan saja. Dengan kemampuan khusus pemain Ketipung menggunakan jari-jarinya untuk menghasilkan bunyi yang khas. Sentuhan yang membuat musik dangdut berkembang pesat di tanah air.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Penjelasannya

Seorang praktisi bisnis perlu memahami apa itu HPP dan bagaimana cara menghitungnya. Ini akan memberikan keuntungan bagi pebisnis tersebut dalam mengatur sumber daya dan...

Mengenal Apa Itu Jurusan Sastra Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Pramoedya Ananta Toer, Buya Hamka, Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Kridalaksana, atau Gorys Keraf? Nama-nama tersebut tentunya sudah gak...

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...