Daftar Isi
- 1 Apa Itu Perkembangan Moral Pra Konvensional?
- 2 Cara Perkembangan Moral Pra Konvensional Terjadi
- 3 Tips Untuk Mendorong Perkembangan Moral Pra Konvensional
- 4 Kelebihan dan Manfaat Perkembangan Moral Pra Konvensional
- 5 Contoh Perkembangan Moral Pra Konvensional
- 6 FAQ (Frequently Asked Questions)
- 7 FAQ (Frequently Asked Questions)
- 8 Kesimpulan
Dalam era modern yang serba cepat ini, perkembangan moral pada generasi muda menjadi fokus perhatian yang semakin mendesak. Banyak ahli pendidikan dan pakar ilmu sosial yang memperhatikan perkembangan moral pra konvensional sebagai landasan penting dalam membangun karakter individu yang kuat dan bertanggung jawab. Melalui artikel ini, kita akan melihat beberapa contoh perkembangan moral pra konvensional yang patut kita apresiasi.
Salah satu contoh perkembangan moral pra konvensional adalah ketulusan anak-anak dalam mengungkapkan rasa kepedulian mereka terhadap sesama. Mereka memiliki sifat empati yang tinggi dan cenderung terbuka terhadap perbedaan. Misalnya, mereka dengan tulus membantu teman sebangku yang membutuhkan, tanpa ada motif tersembunyi.
Kejujuran juga menjadi salah satu contoh perilaku moral yang tumbuh pada masa pra konvensional. Anak-anak pada tahap perkembangan ini cenderung berkata apa adanya tanpa adanya kepentingan pribadi. Mereka tampak tidak terpengaruh oleh reputasi atau penilaian orang lain. Sikap jujur ini adalah ciri khas perkembangan moral yang positif pada masa pendidikan.
Selanjutnya, toleransi terhadap perbedaan menjadi kunci perkembangan moral pra konvensional yang dijalani oleh generasi muda saat ini. Mereka mampu menerima dan menghormati keberagaman, mulai dari perbedaan suku, agama, hingga orientasi seksual. Ketidakmampuan untuk menghakimi orang lain berdasarkan perbedaan mereka membuktikan bahwa nilai-nilai moral yang mendasari mereka sedang berkembang dengan baik.
Selain itu, sikap keberanian yang ditunjukkan oleh anak-anak pra konvensional adalah contoh nyata perkembangan moral yang layak dicontoh dan didukung. Mereka berani mengambil risiko demi kebaikan bersama, bahkan ketika lingkungan sekitar mereka tidak mendukung. Misalnya, mereka berani bersuara ketika ada ketidakadilan, meskipun tidak ada janji apapun tentang hadiah atau pengakuan.
Tidak kalah pentingnya, altruisme menjadi contoh perkembangan moral pra konvensional yang patut diperhatikan. Anak-anak pada tahap ini cenderung bersedia mengorbankan waktu, tenaga, dan sumber daya mereka demi kepentingan orang lain. Mereka memberi tanpa mengharapkan imbalan, hanya karena membantu adalah sesuatu yang mereka rasakan sebagai yang benar.
Dalam artikel ini, kita telah melihat beberapa contoh perkembangan moral pra konvensional yang penting dan patut diberikan penghargaan. Generasi muda saat ini telah menunjukkan sisi-sisi kebaikan yang hebat dan layak mendapat dukungan dari kita semua. Melalui pengembangan moral yang baik, mereka akan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh, penuh empati, dan bertanggung jawab.
Apa Itu Perkembangan Moral Pra Konvensional?
Perkembangan moral pra konvensional adalah tahap perkembangan moral yang dialami oleh individu pada usia pra-remaja. Pada tahap ini, individu memiliki pemahaman tentang moralitas berdasarkan peraturan dan aturan yang ditetapkan oleh otoritas eksternal, seperti orangtua atau guru. Mereka cenderung mengikuti peraturan tersebut untuk menghindari hukuman atau konsekuensi negatif.
Pada tahap ini, anak-anak umumnya memandang perbuatan yang sesuai dengan aturan otoritas sebagai baik, sementara perbuatan yang melanggar aturan dianggap buruk. Mereka belum mampu mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari tindakan mereka dan biasanya memandang dunia dalam perspektif hitam-putih.
Cara Perkembangan Moral Pra Konvensional Terjadi
Perkembangan moral pra konvensional terjadi melalui beberapa tahap. Tahap-tahap ini didasarkan pada teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg yang terkenal.
Tahap 1: Orientasi Hukum dan Ketertiban
Pada tahap ini, anak-anak mengikuti aturan dan peraturan yang ditetapkan oleh otoritas eksternal sebagai bentuk ketaatan. Mereka percaya bahwa aturan dibuat untuk menjaga ketertiban dan keadilan, dan mereka takut mendapatkan hukuman jika melanggar aturan tersebut.
Tahap 2: Perspektif Individualisme dan Pertukaran
Pada tahap ini, anak-anak mulai mempertimbangkan kepentingan individual mereka sendiri dan logika “apa yang ada untukku?” Mereka cenderung mematuhi aturan jika ada manfaat langsung atau imbalan yang diperoleh dari tindakan tersebut.
Tips Untuk Mendorong Perkembangan Moral Pra Konvensional
Untuk mendorong perkembangan moral pra konvensional yang sehat pada anak-anak, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:
1. Berikan Teladan yang Baik
Sebagai orang dewasa, peran Anda sebagai teladan moral sangat penting. Pastikan Anda menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan dan nilai-nilai yang Anda harapkan dari anak-anak.
2. Diskusikan Konsekuensi Tindakan
Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk memahami konsekuensi dari tindakan mereka. Diskusikan bagaimana tindakan mereka dapat mempengaruhi orang lain dan bagaimana mereka akan merasa jika mereka berada di posisi yang sama. Hal ini akan membantu mereka mempertimbangkan dampak moral dari tindakan mereka.
3. Latih Empati
Bantu anak-anak untuk mengembangkan kemampuan empati, yaitu kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Latih mereka untuk melihat situasi dari perspektif orang lain sehingga mereka dapat memahami bagaimana perbuatan mereka dapat mempengaruhi orang lain.
Kelebihan dan Manfaat Perkembangan Moral Pra Konvensional
Perkembangan moral pra konvensional memiliki beberapa kelebihan dan manfaat bagi individu yang mengalaminya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Memahami Aturan dan Peraturan
Individu yang mengalami perkembangan moral pra konvensional mampu memahami dan mengikuti aturan serta peraturan yang ada. Mereka dapat membedakan tindakan yang sesuai dengan aturan dan bagaimana aturan tersebut mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
2. Menghargai Keadilan dan Keteraturan
Individu pada tahap ini memiliki pemahaman yang mendasar tentang keadilan dan keteraturan dalam masyarakat. Mereka memahami pentingnya mematuhi aturan untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan dalam masyarakat.
3. Mengembangkan Rasa Tanggung Jawab
Perkembangan moral pra konvensional membantu individu untuk mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap tindakan mereka. Mereka menyadari bahwa tindakan mereka memiliki konsekuensi yang dapat mempengaruhi orang lain dan mereka bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Contoh Perkembangan Moral Pra Konvensional
Sebagai contoh, anak berusia 10 tahun yang mengalami perkembangan moral pra konvensional mungkin melihat aturan sekolah sebagai acuan utama dalam berperilaku. Mereka akan berusaha untuk mematuhi peraturan tersebut, baik itu memakai seragam sekolah, tidak melakukan kekerasan, atau tidak melakukan kecurangan dalam ujian. Mereka akan menghindari tindakan-tindakan tersebut karena takut mendapatkan hukuman atau sanksi dari guru atau kepala sekolah.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan: Apakah perkembangan moral pra konvensional adalah tahap yang harus dilalui oleh setiap individu?
Jawaban: Ya, perkembangan moral pra konvensional merupakan tahap perkembangan moral yang umum dialami oleh individu saat berusia pra-remaja. Namun, penting untuk diingat bahwa tiap individu dapat mengalami perkembangan moral dengan kecepatan yang berbeda-beda.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan: Bagaimana melibatkan individu pada tahap perkembangan moral pra konvensional dalam kegiatan sosial yang dapat meningkatkan kesadaran moral mereka?
Jawaban: Salah satu cara untuk melibatkan individu pada tahap perkembangan moral pra konvensional dalam kegiatan sosial adalah dengan mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan sukarela, seperti membantu di panti asuhan atau mendonorkan makanan kepada yang membutuhkan. Hal ini akan membantu mereka melihat dan memahami bagaimana perbuatan baik dapat berdampak positif bagi orang lain.
Kesimpulan
Dalam perkembangan moral pra konvensional, individu mulai memahami dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh otoritas eksternal. Mereka melihat peraturan sebagai bentuk ketaatan dan menghindari tindakan yang melanggar aturan untuk menghindari hukuman atau konsekuensi negatif. Perkembangan moral ini memiliki kelebihan dan manfaat bagi individu, seperti memahami aturan, menghargai keadilan, dan mengembangkan rasa tanggung jawab.
Untuk mendorong perkembangan moral pra konvensional yang sehat, penting bagi orang dewasa untuk menjadi teladan yang baik, diskusi mengenai konsekuensi tindakan, dan melatih kemampuan empati anak-anak. Dengan cara ini, individu dapat mengembangkan pemahaman dan kesadaran moral yang lebih baik serta menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.
Sekaranglah saatnya untuk melakukan tindakan! Mari kita terlibat dalam kegiatan sosial yang dapat meningkatkan kesadaran moral kita dan memberikan dampak positif bagi orang lain. Dengan demikian, kita dapat menjadi agen perubahan yang mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih baik dan bermoral.
