6 Contoh Resensi Buku

Pernakah kamu membaca tulisan tentang ulasan sebuah buku? Atau kamu pernah disuruh menulis ulasan ketika sudah selesai membaca buku? Jika pernah, kegiatan tersebut adalah meresensi buku. Tapi, apa sih resensi buku itu? Simak pengertian dan berbagai macam contoh resensi buku di bawah ini, yaa.

Pengertian Resensi Buku

Pengertian resensi buku
Sumber: Hermann Traub dari Pixabay

Secara harfiah resensi buku merupakan perbincaraan atau ulasan tentang buku. Kamu bisa meresensi buku ketika sudah membaca dan memahami seluruh isi buku tersebut.

Baca juga: Contoh Paper

Resensi buku terdiri dari gambaran umum tentang buku, identitas buku, kelebihan dan kekurangan buku, dan juga berisi pendapat atau opini penulis resensi buku tersebut.

Nah, terdapat macam-macam resensi buku, dimulai dari resensi buku non fiksi, resensi buku fiksi, resensi buku pengetahuan seperti ensklopedia, bahkan resensi buku pelajaran dan resensi buku ilmiah. Dapat dikatakan, kamu bisa membuat resensi buku apa saja sesuai dengan jenis buku yang ada.

Contoh Resensi Buku Nonfiksi

Judul                           : Jangan Takut Gagal

Penulis                         : Aldilla Dharma

Penerbit                       : Qultum Media

Jumlah Halaman       : 218

Ukuran Buku              : 14 x 20 cm

ISBN                             : 978-979-017-340-8

Genre                            : Non fiksi

Harga                            : Rp. 57.000

Aldila Dharma Sang Pemilik akun @BeraniHijarah kini membuka tabir baru dengan buku yang berjudul Jangan Takut Gagal! Buku yang berjumlah 218 halaman dan memiliki ukuran yang cukup sedang sangat mudah untuk dibawa kemana-mana. Pembaca bisa membacanyanya di manapun dan kapanpun. Apalagi buku ini memiliki tampilan huruf yang enak dibaca dan tipografi yang keren.

Buku bergenre nonfiksi ini secara khusus berisi tentang motivasi hidup. Makanya, buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh anak muda zaman sekarang. Penulis mampu membuat tulisan petuah yang cukup kekinian dan dilengkapi dengan petuah-petuah keagamaan tanpa menggurui.

Ada beberapa bab di buku ini yang berfokus pada pengembangan diri remaja muslim. Di bab pertama, terdapat konten tulisan refleksi diri yang berjudul ‘Kita Hari Ini’. Pada bagian ini, penulis ingin memperlihatkan kondisi remaja muslim zaman sekarang yang mulai kehilangan arah dan motivasi diri, merasa pintar dan enggan untuk belajar.

Di bab-bab berikutnya, penulis lebih leluasa menyampaikan pikirannya tentang visi misi tujuan hidup, selalu bersyukur, melakukan dengan sepenuh hati, dan juga mengejar cinta serta rahmat Allah. Penulis juga menyisipkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist untuk memperkaya tulisannya.

Buku ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya dilengkapi dengan contoh kasus yang relevan sehingga pembaca mudah memahami masksud penulis. Bahasanya juga ringan dibaca dan terdapat kata-kata Mutiara untuk menyemangati pembaca.

Hanya saja, tak ada gading yang tak retak. Penulis tidak menambahkan catatan kaki di setiap kata-kata yang asing. Hal itu membuat pembaca bingung untuk menafsirkan maksud penulis. Namun, bukan berarti buku ini tidak layak dibaca. Hal tersebut bukanlah masalah besar karena secara keseluruhan buku ini bisa jadi rekomendasi untuk dibaca oleh semua kalangan, khususnya remaja muslim Indonesia.

Contoh Resensi Buku Fiksi

Contoh resensi buku fiksi
Sumber: deelestari.com

Judul Buku       : Rectoverso (Kumpulan Cerita Pendek)

Pengarang            : Dee Lestari

Penerbit                : Bentang Pustaka

Tahun terbit         : 2015

ISBN                     : 978-602-7888-03-6

Genre                   : fiksi

Jumlah halaman: 184 halaman

Ukuran buku     : 13.5 x 20 cm

Harga                  : Rp.69.000

Rectoverso merupakan buku ke 4 Dee Lestari setelah serial Supernova, lebih tepatnya buku ini pertama kali terbit pada tahun 2008. Rectoverso terdiri dari 11 cerita pendek yang dikombinasi dengan 11 lagu yang begitu puitis. Tak heran karya Dee Lestari yang satu ini dicanangkan sebagai karya yang unik, karena perpaduan antara fiksi dan musik.

Cerpen-cerpen yang jadi andalan di buku ini ialah Malaikat Juga Tahu, Firasat, Hanya Isyarat, dan Peluk. Bahkan lagu Malaikat Juga Tahu dan Firasat menjadi lagu yang fenomenal di Indonesia.

Rectoverso berisi berbagai cerita tentang rasa, suka-duka, ketakutan, dan keraguan yang diracik dengan sangat manis. Secara garis besar, buku ini mengisahkan tentang hubungan asmara berbagai macam manusia di dunia. Ada cinta yang tak bisa digapai, cinta yang mengikhlaskan, cinta yang melepaskan, dan cinta yang suci untuk ilahi.

Soal kepengarangan Dee Lestari tidak usah diragukan lagi. Beliau sudah tertarik dari dunia tulis menulis sejak dini. Perempuan yang lahir di Bandung itu menerbitkan buku pertamanya berjudul Supernova: kesatria, Putri dan Bintang Jatuh di tahun 2001. Sejak saat itu, Dee Lestari lebih dikenal sebagai penulis dibanding penyanyi.

Beberapa penghargaan telah diraih Dee Lestari. Di antaranya adalah sebagai Karya Sastra Terbaik, Nominasi Book of The Year , dan masih banyak lagi. Hanya saja, Rectoverso  belum mendapatkan penghargaan. Rectoverso masih belum mendapat pengakuan di mata penghargaan-pengharagaan sastra bengengsi.

Baca juga: Contoh Laporan Penelitian

Contoh Resensi Buku Pengetahuan

Judul                           : Buku Pintar Sejarah Dunia

Penulis                        : Richard Tames, Margarrette Lincoln, dan Rupert Matthews

Penerjemah                 : Harno, dan Ata

Tahun Terbit                : 2008

Penerbit                       : Avocado

Jumlah halaman          : 171 halaman

ISBN                            : 978-97917082-1-0

Harga                          : Rp.35.000

Buku pengetahuan yang berjudul Buku Pintar Sejarah Dunia ini patut untuk dibaca. Penulis membagi isi buku menjadi tiga bagian, yaitu tentang purbakala, penjelajahan, serta para penjarah dan penakluk.

Secara umum, isi buku ini akan membawa pembaca untuk berpetualang ke dunia masa lalu yang sangat menakjubkan. Di bagian pertama yaitu purbakala, pembaca akan mengetahui tentang awal mula peradaban dunia. Berbagai bangunan, adat, kebiasan di zaman kuno dijelaskan secara lengkap.

Pada bagian kedua, pembaca akan mengetahui bagaimana manusia zaman dulu melakukan penjelajahan dunia, dimulai dari mengarungi lautan lepas hingga menyusuri hutan rimba yang tak terbatas. .

Terakhir di bagian ketiga, buku ini memperkenalkan kepada pembaca tentang para pahlawan pemberani yang berjasa bagi negara, bangsa, atapun sukunya. Di bagian ini juga akan memperlihatkan para penakluk hebat dengan kisah-kisahnya.

Setiap isi buku didesain dengan bentuk tanya jawab. Dengan begitu, pembaca akan mudah menjawab rasa penasarannya, karena seolah dituntun langsung dalam menjawab pertanyaan tentang sejarah dunia. Bentuknya yang tanya jawab juga tidak membosankan dan tidak berbentuk narasi yang panjang seperti buku sejarah lainnya. Hal itulah yang menjadi nilai plus untuk buku tersebut.

Di mana ada kelebihan, pastinya ada celah untuk kekurangan. Andai saja penulis mencantumkan daftar Pustaka atau bahan bacaan lainya untuk dijadikan referensi, pasti buku ini akan menambah pengetahuan pembaca. Terlebih lagi dengan mencantumkan hal tersebut, pembaca akan lebih mempercayai karena lebih kredibel.

Contoh Resensi Buku Novel

contoh resensi novel
Sumber: goodreads.com

Judul               :  CADL: Sebuah Novel Tanpa Huruf E

Penulis             : Triskaedaman

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit    : 2019

ISBN                   : 9786020639581

Kategori               : Fiksi/novel

Jumlah halaman    : 282 halaman

Harga                   : Rp.88.000

CADL. Begitulah judul unik dari novel ini. Bukan cuma judulnya yang unik, tapi keseluruhan isi novel pun sangat unik untuk diceritakan. Bermula dari sebuah huruf di kota Wiranacita dimusnahkan. Huruf tersebut ialah huruf ‘E’.

Semua kata yang ada huruf tersebut dilarang ditulis atau disebut. Bahkan nama-nama orang pun tidak boleh ada yang menggunakan huruf ‘E’. Aturan tersebut dibuat oleh seorang diktaktor yang sudah berkuasa puluhan tahun, yaitu Zaliman.

Asal usul aturan tersebut pun sangat membuat penasaran pemuda bernama Lamin. Ia adalah penjaga toko buku yang juga penasaran tentang puisi-puisi Bagus Prihardana. Novel ini menguak perjalanan Lamin untuk mencari tau siapa Bagus Prihardana dan mengapa di kota Wiranacita banyak aturan-aturan. Dan ternyata, hal tersebut menyeret nama Sang Diktraktor Zaliman. Lamin pun harus mengerahkan seluruh yang ia punya untuk menguak hal tersebut, termasuk nyawanya sendiri.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, buku ini memiliki kekuatan dalam tokoh dan penokohan serta cerita yang unik. Tokoh-tokoh seperti Lamin, Zaliman, Kas, Ivan dijelaskan dalam sudut pandang masing-masing. Selain itu, banyak kosa kata-kosa kata baru yang ditulis. Misal ‘sekolah’ diganti menjadi ‘maktab’, ‘kedokteran’ diganti menjadi ‘Ilmu tubuh manusia’ serta masih banyak kata-kata lainnya. Penulis sangat kreatif mengganti kata-kata tersebut agar tidak ada yang menggunakan huruf ‘E’.

Buku ini seolah menyinggung kediktraktoran yang terjadi di Indonesia puluhan tahun yang lalu. Buku-buku sastra dimusnahkan, aturan-aturan yang ganjil, serta hilangnya aktivis. Pesan yang terkandung dalam novel ini pun menjadi pengingat agar kita tidak lupa tentang peristiwa tersebut.

Hanya saja, jika kamu tidak menyukai alur cerita yang maju-mundur dan sudut pandang yang campur aduk, mungkin kamu akan kesulitan memahami isi novel. Namun, hal tersebut bukan berarti novel ini meninggalkan pesonanya.

Contoh Resensi Buku Pelajaran

Judul                           : Efektif Belajar Bahasa Indonesia untuk SMP/MTS Kelas VII

Penulis                         : Tania Purnama Dewi

Penerbit                       : CV Pustaka Andro Media

Tahun terbit                 : 2017

Genre                             : Nonfiksi

Harga                             : Rp.25.000

Buku pelajaran Bahasa Indonesia ini dibuat dengan tujuan untuk menjembatani guru dan siswa SMP dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia sesuai dengan kompetensi dan kurikulum. Penulis mampu menyusun buku pelajaran ini dengan sangat baik. Selain sesuai dengan kurikulum 2013 yang telah direvisi, peyajian buku ini juga telah memenuhi kaidah buku yang layak digunakan oleh pendidikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Penyajian buku tersebut pun dibagi menjadi beberapa bagian. Dimulai dari tujuan pembelajaran, pengantar bab, peta konsep, latihan, tugas individu, tugas kelompok, info Bahasa, rangkuman, refleksi, sampai dengan uji kemampuan dan uji kemampuan semester. Hal ini bertujuan agar pembaca bisa mudah memahami isi materi buku.

Penulis yang berlatar belakang sebagai guru Bahasa Indonesia sangat memahami materi. Misal di setiap bab, ditulis tentang ‘info bahasa’ yang berisi fun fact atau fakta menarik tentang materi di bab tersebut. Selain itu, tutur kalimat yang digunakan dalam buku ini pun dibuat formal dan lugas.

Tampilan buku ini pun cukup warna-warni dan tidak membuat mata pembaca bosan seperti buku pelajaran lainnya. Misal untuk teks yang panjang, teks dimasukan ke dalam kolom warna biru, lalu ‘info bahasa’ dimasukan ke dalam kolom warna orange, dan lain sebagainya. Inilah yang menjadi nilai plus dari buku pelajaran yang ditulis oleh Tania Purnama Dewi

Hanya saja, di bagian materi tentang penggunaan majas, terdapat paragraf yang ditulis double. Hal tersebut menjadi kesalahan yang cukup fatal dan seharusnya bisa tidak terjadi jika dilakukan pengecekan ulang berkali-kali sebelum dicetak dan didistribusikan.

Baca juga: Contoh Essay

Contoh Resensi Buku Ilmiah

Judul                           : Sosiologi Sastra: Teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia

Penulis                        : Wiyatmi

Tahun Terbit                : 2013

Penerbit                       : Kanwa Publisher

Jumlah halaman          : 197 halaman

Harga                              : Rp.35.000

Resensi buku tidak hanya menulis tentang  novel atau fiksi, tetapi juga buku non fiksi seperti buku pengetahuan atau buku bahan ajar. Buku karya Wiyatmi inilah bisa jadi salah satu contohnya.

Buku berjudul Sosilogi Sastra: teori dan Kajian terhadap Sastra Indonesia ini ditulis oleh dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta. Penulis memiliki latar belakang lulusan S1-S3 Sastra Indonesia di Universitas Gajah Mada.

Buku ini menjadi gerbang awal bagi para pembaca untuk mengenali sosiologi sastra, secara khusus untuk pembaca mahasiswa di jurusan Sastra. Penulis mengklasifikasikan materinya menjadi 8 bab. Diantaranya ada bab tentang hakikat Sosiologi, pertumbuhan dan perkembangan Sosiologi Sastra, Sosiologi Pengarang, Karya, dan Pembaca, serta Sosiologi Penerbitan. Adapula bab tentang contoh-contoh kajian. Contohnya Sosiologi Sastra Marixis, Strukturalisme genetik, Teori Hegemoni.

Salah satu kelebihan buku ini adalah harganya yang cukup murah di kantong mahasiswa. Buku cetaknya sekitar sebesar Rp.35.000. Karena untuk dibaca oleh mahasiswa dan pemula, buku ini pun memiliki struktur Bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

Hanya saja, buku ini menjadi gambaran awal dan cuma pengantar bagi teori-teori Sosiologi Sastra yang ada. Teori tentang Hegemoni dan Strukturalisme Genetik tidak dijelaskan secara rinci. Maka dari itu, bagi kamu yang penasaran tentang hal tersebut bisa membaca buku Sosiologi Sastra lainnya.

Itu dia pengertian dan macam-macam contoh resensi buku. Resensi buku bisa kamu perlukan ketika kamu ingin membeli buku atau justru ingin membagikan pengalaman kamu tentang buku tersebut. Sekarang, yuk coba kamu buat contoh resensi buku juga. Selamat mencoba!

Artikel Terbaru

Zia

Zia

Suka apapun tentang dunia tulis menulis dan buku. Menamatkan kuliah di Sastra Indonesia UNJ dan kini menjadi content writer.

Tulis Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *