Home Bisnis 6 Cara Menyelesaikan Konflik Tim Agar Kembali Normal

6 Cara Menyelesaikan Konflik Tim Agar Kembali Normal

Dalam menjalani sebuah pekerjaan kadang dilakukan dalam sebuah tim, dimana tim itu terbentuk dari berbagai karakter dan sifat yang berbeda. Tidak jarang dari sifat sifat itu akan bisa berbenturan satu sama lain dan menimbulkan sebuah konflik. Sebagai seorang pemimpin sudah menjadi kewajiban kita untuk bisa menyelesaikan konflik tersebut agar tidak mengganggu produktifitas pekerjaan kita maupun anak buah kita. Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan permasalahan konflik didalam tim kita.

Memetakan Masalah

cara menyelesaikan konflik dalam tim
Sumber foto : herosearches.weebly.com

Hal pertama yang harus kita lakukan disini adalah mencari data-datyang berhubungan dengan permasalahan atau konflik yang ada didalam tim kita, hal ini bertujuan agar kita bisa benar-benar tahu titik masalahnya dimana, data data ini meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan konflik tersebut, seperti siapa yang berkonflik, dimana konflik itu terjadi, mengapa bisa terjadi konflik, bagaimana konflik itu bisa terjadi dan sebagainya. Dengan mencari data-data tersebut akan memunculkan penyikapan yang tepat sasaran.

Memetakan Karakter Anggota Tim

cara menyelesaikan konflik dalam tim
Sumber foto : cancerandwork.com

Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mencari tahu bagaimana karakter dari masing-masing anggota tim kita, terutama mereka yang sedang berkonflik, hal ini dikarenakan setiap karakter dari manusia kadang membutuhkan penyikapan yang berbeda-beda, sehingga jika kita sudah memahami karakter anggota tim kita, akan bisa meminmalisir kegagalan dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Diskusi dengan Pihak yang Terlibat Konflik

cara menyelesaikan konflik dalam tim
Sumber foto : shutterstock.com

Langkah awal dalam proses pemecahan masalah konflik ini adalah dengan melakukan diskusi atau mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik. Proses ini bisa dilakukan ketika kita memang sudah memahami benar bagaimana permasalahannya, seperti kenapa konflik itu bisa terjadi, faktor-faktor apa yang mempengaruhi, serta apa kondisi yang menyertai masalah tersebut.

Baca juga: Jenis Penyelesaian Konflik yang Tepat

Saat kita mempertemukan mereka diharapkan kita bisa menggali informasi lebih dalam dari semua pihak, tentu peran kita disini tidak memihak siapapun, namun lebih kepada menjadi mediator yang menampung cerita mereka serta membantu menyelesaikan konflik mereka.

Melibatkan orang lain untuk membantu dan memberikan saran

cara menyelesaikan konflik dalam tim
Sumber foto : personneltoday.com

Sebelum memutuskan bagaimana penyelesaian masalah konflik ini, kita perlu saran dan bantuan dari orang lain agar penyikapan kita akan semakin tepat dan efektif. Hal ini perlu kita lakukan dikarenakan upaya yang sudah kita lakukan kadang masih belum cukup untuk menyelesaikannya, ada hal-hal tertentu yang sering terlewat dalam mencoba menyelesaikan masalah konflik ini.

Dengan adanya saran dari orang lain seperti pemimpin tim lain bisa memberikan kita perspektif dan pandangan lain, apalagi jika pemimpin tim tersebut pernah bekerja sama dengan orang-orang yang sedang berkonflik ini, tentunya saran-saran dari pengalaman pemimpin tim ini akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan konflik dari anggota tim kita. sifat dari bantuan ini tentunya bersifat rekomendasi, dimana segala keputusan harus berada ditangan kita, karena kitalah yang memegang data-data permsalahan yang ada pada anak buah kita.

Mencegah terjadinya Bulliying antar sesama anggota

cara menyelesaikan konflik dalam tim
Sumber foto : td.org

Bulliying biasa terjadi ketika ada pihak-pihak  yang memiliki power dan kekuasaan lebih besar, maksud dari kekuasaan disini tidak sekedar memiliki pangkat yang lebih tinggi, bahkan senioritas antar sesama anggota dan karyawan satu tim bisa memicu terjadinya bulliying. Dari sini kita sebagai seorang pemimpin harus memilki kepekaan dalam membaca situasi. Tidak satupun orang yang senang jika diperlakukan tidak baik terutama di bully, apalagi atas kinerja dari karyawan tersebut.

Baca juga: Cara Menyelesaikan Masalah Kelompok

Secara umum bulliying terjadi diluar pandangan seorang pemimpin atau supervisor hal ini tentu untuk menjaga nama baik dari  anggota yang melakukan bulliying seperti seorang pencuri yang mencuri secara diam-diam. Sebagai seorang pemimpin tentu kita harus lebih pandai dalam melihat fenomena ini, dimana kita bisa memilah mana fakta ataupun data yang masih simpang siur. Cara terbaik dalam melakukannya dalah dengan melakukan observasi secara mendalam kepada pihak pihak secara obyektif.

Tidak Antipati terhadap Kritik dan Saran

cara menyelesaikan konflik dalam tim
Sumber foto : blog.clearcompany.com

Kritik dan saran yang membangun sangat perlu dalam penyelesaian konflik apalagi jika kita melibatkan anggota lain yang tidak terlibat dalam konflik tersebut, namun cukup mengenal anggota kita yang sedang berkonflik agar mereka bisa memberikan saran untuk menyelesaikan masalah dalam satu tim kita. selain itu kita juga bisa menanamkan rasa tanggung jawab  kepada anak buah kita bahwa dalam urusan permasalahan di sebuah tim merupakan tanggungjawab dari semua tim untuk saling membantu dan mensuport, karena ini akan berefek langsung pada kinerja mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri dan Struktur

Pernah nggak sih, kamu penasaran terhadap suatu hal atau objek tertentu dan pengen nyoba untuk mengetahui lebih jauh objek tersebut? Tentu pernah dong. Nah,...

Contoh Konjungsi atau Kata Penghubung serta Jenisnya

Kamu pasti sering melihat penyebutan kata konjungsi atau kata penghubung di dalam soal ujian Bahasa Indonesia, bukan? Rasanya sudah nggak asing lagi sama penyebutan...

Mengenal Manajemen Kontinuitas Bisnis

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup menyedihkan bagi kita semua. Berbagai bencana terjadi dan lebih parahnya, wabah virus corona terjadi di mana-mana. Hal ini...

Pengertian dan Sejarah Corporate Social Responsibility (CSR)

Pernah dengar tentang istilah CSR atau corporate social responsibility? Atau kamu pernah jalan-jalan di taman kota dan menemukan tugu dengan tulisan “Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...

Komunikasi Pemasaran Terpadu (IMC)

Komunikasi Pemasaran Terpadu, atau dapat juga disebut sebagai Integrated Marketing Campaign (IMC) adalah hal yang penting dalam bidang pemasaran. Secara definisi, IMC adalah sebuah...