Home Penghasilan Dunia Kerja 5 Tips Wawancara Kerja Agar Kamu Diterima

5 Tips Wawancara Kerja Agar Kamu Diterima

Tips wawancara kerja ini dapat kamu dan rekan – rekan praktikan segera. Proses wawancara bagi banyak orang biasanya dikategorikan sebagai kunci terhadap gagal atau tidaknya proses seleksi pekerja di suatu perusahaan. Terkadang,kemampuan akademis seseorang yang unggul belum menjamin bahwa dia juga dapat melalui proses wawancara dengan mulus.
Hal tersebut bisa didasari dari keadaan psikologi para pelamar kerja yang sedang kurang baik saat sesi wawancara tersebut berlangsung. Rasa gugup biasa mendasari kegagalan peserta wawancara. Berikut beberapa tips yang dapat membuatmu santai dan profesional saat wawancara kerja:

1. Memahami budaya yang ada di dalam situasi kerja perusahaan

budaya perusahaan
Sumber: wordpress.com

Sebelum proses wawancara sebaiknya kita sudah memiliki gambaran terhadap bagaimana budaya yang ada pada perusahaan yang akan kita tuju. Salah satu contoh adalah, bila kita bermaksud untuk kerja pada perusahaan dengan budaya Jepang, salah satu hal yang sudah kita ketahui adalah biasanya budaya perusahaan Jepang adalah menganut rasa kesetiaan. Dalam memaparkan hal kesetiaan tersebut kita juga perlu memakai pemikiran kreatif, seperti halnya merunut kejadian – kejadian di masa lampau yang kita alami yang berkaitan dengan kesetiaan yang juga dapat diartikan kesetiaan kita terhadap perusahaan.

Baca juga: 8 Tips Membeli Laptop Yang Murah dan Tahan Lama

2. Membuat kesan yang positif

kesan positif
Sumber: digital.com

Proses seleksi pencari kerja tidak hanya membuat jenuh bagi para pencari kerja, terkadang justru juga membuat para pencari pekerja merasa bosan terlebih bila yang berminat terhadap perusahaan tersebut sangat banyak. Tentunya, para pewawancara juga harus berhadapan dengan banyak orang yang kadang membosankan. Hal ini dapat disiasati dengan baik bila kita dapat memberikan kesan yang positif. Salah satu kesan positif adalah dengan merubah mode pada mental kita menjadi Professional Mode.

3. Siapkan catatan

Siapkan catatan
Sumber: wikihow.com

Saat interview adalah proses untuk mengenal lebih dalam atmosfer antara perusahaan dan para pekerja di dalamnya. Sehingga kita dapat lebih menganal bagaimana kira- kira keseharian kita di perusahaan dan apa saja pekerjaan yang akan kita lakukan di sana. Melalui proses wawancara ini pula kita bisa memperjelas kebutuhan dari perusahaan sendiri tentang spesifikasi pekerja yang dicari. Penggunaan pulpen dan notes ini diperlukan agar terkesan lebih santun, karena bila kita menggunakan media telepon genggam terkesan seperti kurang mengindahkan pewawancara dari pihak perusahaan.

4. Kejujuran

Kejujuran
Sumber: blogspot.com

Dalam sesi wawancara terkadang terdapat pertanyaan jebakan yang bertujuan untuk menilai perilaku manusia yang dimiliki para calon pekerja. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejujuran dari setiap pertanyaan berantai yang dilontarkan pihak pewawancara. Banyak orang beranggapan bahwa sesi wawancara ini bukan tentang apa jawaban yang tepat terhadap pertanyaan tersebut, melainkan bagaimana kita dapat menjelaskan dan mempertanggungjwabkan setiap jawaban dengan jujur.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Dengan Olahraga Kekinian

5. Mampu membuat ringkasan wawancara

Penggunaan pulpen dan notes diatas selain dapat untuk mencatat kebutuhan pekerja dari perusahaan, alat – alat tersebut juga dapat mempermudah kita untuk menyiapkan ringkasan dari hasil wawancara. Hal ini biasanya juga merupakan cara penilaian pewawancara, apakah kita memiliki konsentrasi dan tanggap terhadap proses wawancara ini.

Sebelum kita melamar kerja di suatu perusahaan, hendaknya kita sudah terlebih dahulu melakukan pengenalan yang detail sangat dibutuhkan. Sehingga kita dapat mengantongi banyak data dan memiliki benang merah terhadap perbincangan dalam proses wawancara. Selain dibutuhkan stamina yang baik, kelima hal tips wawancara kerja diatas dimaksudkan untuk menambah referensi bagi pelamar kerja yang melanjutkan ke tahap wawancara.

Sumber gambar: okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan) dan Penjelasannya

Seorang praktisi bisnis perlu memahami apa itu HPP dan bagaimana cara menghitungnya. Ini akan memberikan keuntungan bagi pebisnis tersebut dalam mengatur sumber daya dan...

Mengenal Apa Itu Jurusan Sastra Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan Pramoedya Ananta Toer, Buya Hamka, Sapardi Djoko Damono, Chairil Anwar, Kridalaksana, atau Gorys Keraf? Nama-nama tersebut tentunya sudah gak...

Mengenal Teori Motivasi dari Para Ahli Psikologi

Motivasi, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Secara sederhana, motivasi dapat diibaratkan sebagai dorongan, penggerak, pemicu, atau alasan yang dapat mengarahkan...

5 Langkah Praktis Cara Membuat Anggaran Bisnis

Cara membuat anggaran bisnis sering jarang diperhatikan para praktisi usaha. Apalagi ketika masih berupa usaha mikro atau bisnis kecil. Padahal, sebenarnya ini adalah fondasi...