Home Pengembangan Diri Komunikasi 5 Cara Membuat Argumentasi Debat

5 Cara Membuat Argumentasi Debat

Pernahkah Kamu mengikuti atau melihat proses debat? Dimana ada dua pihak yang masing-masing berusaha untuk mempertahankan gagasannya sekaligus mengalahkan gagasan pihak lainnya. Siapa yang bisa membawakan argumentasi lebih kuat, umumnya yang akan memenangkan perdebatan itu. Tahukah Kamu apa yang membuat argumentasi pihak pemenang lebih kuat seperti itu?

Mungkin secara prinsip pertentangan dalam debat sama ketika kita bertengkar dengan kakak atau adik tentang sesuatu. Masing-masing dari menganggap bahwa pendapat kita yang paling benar. Tapi argumentasi dalam debat menjadi sedikit berbeda karena dibuat lebih sistematis. Ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan ketika membangun argumentasi saat berdebat, yang akan dijelaskan lebih lengkapnya di bawah ini.

Gagasan Pokok (Klaim)

Gagasan Pokok Debat
Sumber foto : www.thoughtco.com

Dari istilahnya bisa dipahami kalau ini yang jadi poin inti untuk nantinya dibangun sebagai kesatuan argumen. Kamu membuat sejenis klaim atas topik debat, entah itu Kamu sebagai pihak yang sepakat dengan tema (afirmatif) ataupun yang menolak tema (negatif). Poin ini yang nantinya akan dijabarkan lebih mendalam ketika berdebat dengan berbagai penjelasan pendukung.

Baca juga: Perbedaan Resume, Resensi, dan Review

Contohnya jika perdebatan sedang membahas tentang masalah LGBT yang seharusnya diberikan kebebasan untuk berekspresi. Jika Kamu dan timmu adalah kelompok afirmatif, berarti klaim yang Kamu bangun adalah “LGBT seharusnya dibebaskan berekspresi”. Tapi jika Kamu kelompok negatif, berarti klaimnya sebaliknya yaitu “LGBT seharusnya dilarang berekspresi”.

Data Pendukung Klaim

Data Pendukung Klaim
Sumber foto : www.thestar.com

Salah satu faktor yang membuat argumentasi menjadi kuat adalah data pendukungnya. Sebanyak apapun Kamu menyampaikan klaim, kalau tak ada data pendukungnya, itu tetap mudah dijatuhkan tim lawan. Sebaliknya jika Kamu melihat tim lawan justru yang tidak memiliki cukup data untuk mendukung klaim mereka, Kamu bisa memanfaatkan itu untuk memenangkan perdebatan.

Misalkan Kamu sejak awal membawa klaim tentang masalah LGBT yang seharusnya dibebaskan untuk berekspresi, maka data yang harus Kamu sampaikan adalah misalnya dari aturan perundang-undangan yang memberikan jaminan HAM kepada seluruh warga negara Indonesia. Ini juga kadang disebut sebagai alasan utama dari klaim awal.

Bukti Pendukung Klaim

Bukti Pendukung klaim
Sumber foto : www.npr.org

Meskipun Kamu sudah memberikan data, tapi itu belum cukup untuk membuat argumentasimu kuat. Masih dibutuhkan bukti-bukti untuk mendukungnya, misalkan dengan Kamu memberikan fakta yang sudah teruji kebenarannya. Bagian ini memang menjadi tantangan tersendiri dalam debat, karena pada akhirnya kita perlu riset terlebih dulu supaya mendapat banyak data.

Misalkan masih seputar tema LGBT, contoh bukti yang bisa Kamu bawakan adalah pasal undang-undang yang pada bagian data Kamu jadikan alasan penguat klaim. Sebutkan bukan hanya pasalnya, lebih baik jika dijelaskan detail hingga pada isinya. Dengan begitu tim lawan akan tahu bahwa argumentasi timmu cukup kuat.

Bagian ini juga akan lebih kuat jika didukung lagi dengan fakta-fakta lainnya yang masih berhubungan. Dalam istilah debat, poin pendukung ini disebut dengan istilah Backing.

Sanggahan Argumentasi

Sanggahan argumentasi
Sumber foto : scholarlykitchen.sspnet.org

Maksudnya adalah argumentasi khusus yang Kamu dan timmu bangun untuk membantah argumentasi tim lawan. Tentu saja ini perlu disampaikan jika konteksnya tim lawanmu sudah menyampaikan argumen lebih dulu. Kalau tak menyampaikan poin ini, maka akan dianggap bahwa Kamu tak bisa menunjukkan kelemahan argumentasi lawan dan akhirnya membuat pihakmu tampak lebih lemah.

Baca juga: Mengenal Teknik Peliputan Investigasi

Jadi sekarang Kamu sudah paham kan bahwa dalam membuat argumentasi untuk debat tidak bisa asal-asalan. Perlu dikonsep secara sistematis supaya bisa cukup kuat untuk mengalahkan tim lawan. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Inilah 8 Cara Mudah Membuat Ringkasan

Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan ringkasan. Dalam setiap buku pelajaran, tentu ada ringkasan dari seluruh isi materi, sehingga pembaca sekilas akan tahu...

Cara Memasak dengan Teknik Ungkep

Ada banyak cara untuk memasak makanan. Lebih lagi bagi kamu yang benar-benar menyukai kegiatan masak memasak. Pasti akan lebih seru jika mencoba semua teknik...

Contoh Notulen Rapat beserta Pengertiannya

Rapat merupakan kegiatan rutin dimana-pun kita bekerja. Rapat sendiri umumya kita akan membahas berbagai hal seperti masalah-masalah yang sedang dihadapi, penyesuaian data-data yang masuk...

Mengenal Manajemen Risiko Bisnis

Semua risiko, bahkan di dalam bisnis sekalipun umumnya bersifat merugikan dan berdampak negatif. Meskipun begitu, bukan berarti risiko tidak dapat dihindarkan. Risiko dapat dikelola...